Dogma Immaculata (Maria Dikandung Tanpa Noda)

LEO, Oktavianus Gili and JANGKA, Simplisius Ariyanto and SAPUTRA, Krispinus Juniarto Galek and FIRMAN, Marianus Angelus and JEHANUS, Roventus Agung and JANGGO, Vinsensius and DUE, Sergius Anjelinus Wede and SAU, Oktavianus Tampong and DJEGAUT, Yohanes Prasesko and BAWO, Yohanes Apriano and POI, Matheus Yulianus Buu and WOGE, Silvanus Febrian Goa and ALDINO, Yohanes Gregorius and SALVES, Kristian Yohanes and AMPUR, Nikolaus Dionisius Erwinyanto and PARERA, Martinus Miro Ples and RENGGA, Petrus and DOLU, Yohanes Fenansius and PALA, Martinus Arthasasta Ezra Toa and PARUNG, Rofinus and RAJA, Laurensius Rai and NANGA, Yustinus Wudiaso (2025) Dogma Immaculata (Maria Dikandung Tanpa Noda). In: Presentasi Mariologi (Dogma Immaculata), Kamis, 20 November 2025, Ruangan Guido Tisera, Kampus 1 Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero. (Unpublished)

[img] Text
Dogma Immaculata (Bahan Presentasi - Bodynote).pdf

Download (426kB)
[img] Text
Dogma Immaculata (Hasil Cek Plagiasi - 7%).pdf

Download (582kB)
[img] Text
Dogma Immaculata (Versi Lengkap - Footnote).docx

Download (69kB)
[img] Slideshow
Dogma Immaculata (Slideshow).pptx

Download (5MB)

Abstract

Makalah ini mengkaji Dogma Immaculata Conceptio—Maria Dikandung Tanpa Noda—sebagai salah satu ajaran fundamental Gereja Katolik yang menegaskan bahwa Maria, sejak saat pertama konsepsinya, telah dipelihara dari dosa asal berkat rahmat istimewa Allah dengan mengacu pada jasa penebusan Kristus. Studi ini menguraikan dasar biblis, teologis, historis, dan magisterial dari dogma tersebut, mulai dari penafsiran Kitab Suci (Luk 1:28; Rm 5:12; Ibr 7:26), ajaran Katekismus Gereja Katolik, serta kontribusi para Bapa Gereja dan para teolog seperti Duns Scotus dan Thomas Aquinas. Pembahasan juga menyoroti perkembangan historis hingga penetapan resmi dogma melalui Ineffabilis Deus (1854) oleh Paus Pius IX. Selain menggambarkan makna teologis dogma ini—terutama pemahaman tentang penebusan preventif, kesucian pribadi Maria, dan ketiadaan concupiscentia—makalah ini menyoroti relevansinya bagi kehidupan iman masa kini, khususnya sebagai inspirasi kesucian, ketaatan iman, kehidupan devosi, dan formasi spiritual umat beriman. Dengan demikian, dogma Immaculata tidak hanya menjadi penegasan doktrinal mengenai martabat Maria, tetapi juga menjadi tanda nyata bahwa rahmat Allah bekerja melampaui kuasa dosa serta mengundang umat untuk menghidupi iman secara lebih mendalam dan setia.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Additional Information: Paper ini dipresentasikan dalam kuiliah Eklesiologi, Sakramentologi, dan Mariologi di Ruangan Guido Tisera, Kampus 1 Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero. Presentasi dilakukan pada jam kuliah pertama-ketiga (07.45-10.25), pada hari Kamis, 20 November 2025. Mata kuliah ini diajarkan oleh P. Dr. Sefrianus Juhani, SVD.
Uncontrolled Keywords: Dogma Immaculata, Maria Dikandung Tanpa Noda, Dosa Asal, Penebusan Preventif (Preventive Redemption), Ineffabilis Deus, Dosa Pribadi, Concupiscentia, Rahmat Allah, Teladan Kesucian.
Subjects: 200 – Agama > 200 Agama > 200 Agama
200 – Agama > 200 Agama > 202 Ajaran
200 – Agama > 200 Agama > 208 Sumber-sumber umum agama
200 – Agama > 230 Teologi Kristen > 230 Agama Kristen, Teologi Kristen
200 – Agama > 230 Teologi Kristen > 232 Yesus Kristus dan keluarganya
200 – Agama > 260 Teologi sosial dan gerejawi > 262 Eklesiologi
Divisions: 75201 Ilmu Filsafat
Depositing User: Oktavianus Gili Leo
Date Deposited: 06 May 2026 04:38
Last Modified: 06 May 2026 04:38
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/3731

Actions (login required)

View Item View Item