KELEN, Simon Sina (2026) Motif Kain Tenun Desa Leworahang Flores Timur dalam Perspektif Teologi Keindahan John Navone. Masters thesis, IFTK LEDALERO.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (507kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (361kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (448kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (441kB) |
|
|
Text
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (320kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (781kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan makna teologis dari motif kain tenun Desa Leworahang Flores Timur dalam perspektif teologi keindahan John Navone dan (2) menjelaskan peran kain tenun Desa Leworahang dalam kehidupan sosial, budaya, dan religius masyarakat Desa Leworahang, serta sebagai medium ekspresi identitas dan spiritualitas. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Dalam metode kualitatif digunakan wawancara terhadap beberapa responden dan narasumber terkait; sedangkan dalam metode deskripsi atau studi kepustakaan (library research) diperoleh dari literatur tentang motif kain tenun dan teologi keindahan yang termuat dalam buku, jurnal, majalah dan dokumen-dokumen yang diterbitkan oleh lembaga-lembaga pemerintah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dua cara, yaitu teknik interaktif dan teknik noninteraktif. Teknik interaktif dilakukan melalui wawancara, sedangkan teknik noninteraktif dilakukan melalui studi literatur-literatur akademik lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Leworahang tetap mempertahankan adat istiadat dan kebudayaan yang diwariskan oleh leluhur, khususnya melalui pelestarian motif kain tenun ikat. Motif tenun tidak hanya berfungsi sebagai karya seni tradisional, tetapi juga mengandung makna religius, sosial, dan kultural yang mendalam. Tiga motif utama kwatek blota tou, blota rua, dan blota pito merepresentasikan pengakuan masyarakat terhadap Wujud Tertinggi Lera Wulan Tana Ekan (Tuhan Langit dan Bumi), yang dipahami sebagai kekuatan kosmik dan manifestasi daya kreatif Ilahi dalam unsur alam semesta. Dalam perspektif teologi keindahan John Navone, keindahan motif tenun ikat masyarakat Leworahang menjadi medium komunikasi spiritual yang menghubungkan manusia dengan Yang Transenden. Pola, garis, dan warna tidak sekadar menghadirkan estetika visual, tetapi juga mengundang kontemplasi, refleksi religius, serta memperkuat identitas budaya lokal. Dengan demikian, keindahan tenun ikat Leworahang menghadirkan pengalaman batin yang menyatukan estetika, simbolisme, dan spiritualitas, sekaligus menegaskan bahwa tradisi budaya dapat menjadi jembatan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | John Navone, Teologi keindahan, Motif kain tenun, dan Masyarakat Desa Leworahang. |
| Subjects: | 200 – Agama > 210 Filsafat dan teori agama > 210 Filsafat dan teori agama 700 - Seni dan Rekreasi > 700 Seni, seni rupa, kesenian > 700 Seni, seni rupa, kesenian |
| Divisions: | 77101 Ilmu Agama/Teologi Katolik |
| Depositing User: | Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo |
| Date Deposited: | 02 Oct 2026 02:10 |
| Last Modified: | 02 Oct 2026 02:10 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4528 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
