Analisis Potensi dan Tantangan Artificial Intelligence (AI) terhadap Perkembangan Sistem Pembelajaran Berdasarkan Teori Falsifikasi Karl Popper

SAKAN, Onisimus Paul Hasler (2026) Analisis Potensi dan Tantangan Artificial Intelligence (AI) terhadap Perkembangan Sistem Pembelajaran Berdasarkan Teori Falsifikasi Karl Popper. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.

[img] Text
ABSTRAK Onisimus Paul Hasler Sakan.pdf

Download (246kB)

Abstract

Skripsi ini bertujuan untuk (1) menganalisis hubungan antara teori falsifikasi dan kemunculan Artificial Intelligence pada sistem pembelajaran Indonesia, (2) menganalisis potensi yang bisa dicapai sistem pembelajaran Indonesia lewat hadirnya Artificial Intelligence, dan (3) menelusuri tantangan-tantangan yang dialami sistem pembelajaran akibat kehadiran Artificial Intelligence. Metode penulisan yang digunakan dalam skripsi ini ialah metode kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode kepustakaan dan kuesioner. Metode kepustakaan dijalankan dengan cara mengumpulkan sumber dan data pendukung dari berbagai literatur yang sesuai, seperti buku, jurnal maupun media-media online. Sementara itu, kuesioner digunakan penulis untuk mendapatkan informasi langsung dari lapangan guna mendukung isi tulisan. Berdasarkan analisis dengan menggunakan perspektif teori falsifikasi Karl Popper, ditemukan bahwa, di satu sisi, AI memiliki potensi menjadi alat uji (corrobotion) bagi peserta didik. Alih-alih memberikan jawaban yang sesuai dengan permintaan, AI dapat menantang peserta didik untuk mencari kebenaran suatu teori dengan lebih kritis. Namun, di sisi lain, AI dapat menghambat falsifikasi karena AI bekerja menggunakan metode induksi, sementara Popper menolak metode tersebut. Teori falsifikasi Popper juga menekankan bahwa cara memperoleh ilmu pengetahuan yang benar adalah dengan menggunakan analisis trial and error (percobaan dan eliminasi kegagalan), dan bukannya suatu jawaban mulus sebagaimana yang diberikan AI. Selaras dengan itu, AI juga memberikan tantangan demarkasi bagi sistem pembelajaran Indonesia. Persoalan demarkasi merupakan masalah serius bagi pendidik masa kini. Dalam praktiknya, guru mengalami kesulitan dalam membedakan pendapat pribadi peserta didik dan jawaban AI karena masih terbatasnya ketersediaan aksesibilitas digital di sekolah-sekolah, serta kurangnya tenaga pendidik yang memiliki kompetensi khusus dalam mengoperasikannya. Dengan demikian, kemunculan AI bisa menjadi pedang bermata dua bagi dunia pendidikan Indonesia. Di satu sisi, AI menguntungkan sistem pembelajaran, akan tetapi di sisi lain, AI dapat merugikan sistem pembelajaran Indonesia. Teori falsifikasi Popper dapat dengan jelas menganalisis temuan ini dengan mengangkat potensi dari AI bagi peningkatan nalar kritis peserta didik. Namun, falsifikasi Popper dapat dengan jelas pula menunjukkan bahaya yang mengintai di balik kemudahan AI, di mana AI mengancam sistem pembelajaran dengan jawaban-jawaban mulusnya yang bisa mengakibatkan peserta didik bermental instan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Popper, Falsifikasi, Artificial Intelligence, Pendidikan, Sistem Pembelajaran, Indonesia
Subjects: 000 - Komputer, Informasi dan Referensi Umum > 000 Ilmu komputer, ilmu pengetahuan dan sistem-sistem > 000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum
Divisions: 75201 Ilmu Filsafat
Depositing User: Maria Yosefina
Date Deposited: 06 May 2026 02:09
Last Modified: 06 May 2026 02:09
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4152

Actions (login required)

View Item View Item