Makna Ritus Kerus Baki Masyarakat Desa Udak Melomata dan Rekonsiliasi dalam Gereja Katolik

UDJAN, Engelbertus B. Kopong (2021) Makna Ritus Kerus Baki Masyarakat Desa Udak Melomata dan Rekonsiliasi dalam Gereja Katolik. Undergraduate thesis, IFTK Ledalero.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (993kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (136kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (434kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (327kB)
[img] Text
BAB IV - DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (246kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (480kB)

Abstract

Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menjelaskan ritus kerus baki masyarakat Desa Udak Melomata, (2) mendeskripsikan dan menjelaskan rekonsiliasi dalam Gereja Katolik, dan (3) menjelaskan makna rekonsiliasi dalam Gereja Katolik dan perbandingannya dengan makna rekonsiliasi dalam ritus kerus baki pada masyarakat Udak Melomata. Metode penulisan yang dipakai adalah metode penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data-data melalui studi kepustakaan. Penulis membahas karya ilmiah ini secara analitis-deskriptif. Konflik merupakan satu hal yang tidak dapat terhindarkan dari kehidupan dalam suatu masyarakat, yang senantiasa ada bersama dan membangun relasi satu sama lain. Sebagai manusia yang saling berelasi dengan orang lain dalam menjalin suatu kontak sosial, tentu saja manusia tidak pernah menyangkal keberadaan sebuah konflik. Dengan kata lain, konflik itu muncul karena ada interaksi yang senantiasa terjadi secara terus-menerus, sebagai kenyataan bahwa manusia itu berbeda-beda. Dalam konteks relasi dengan Allah yang transenden dan imanen, konflik dapat mucul sebagai akibat kelalaian manusia untuk mencintai Allah dan hidup menurut perintah Allah. Pengabaian ini merupakan wujud pemakaian kebebasan dalam diri manusia sendiri untuk tidak patuh kepada Allah. Pada hakikatnya, rekonsiliasi dipahami sebagai sikap rendah hati untuk menciptakan dan mengusahakan perdamaian dalam kehidupan bersama. Dalam Gereja Katolik, rekonsiliasi dimaknai sebagai undangan Allah kepada manusia yang berdosa untuk kembali berdamai dan berelasi dengannya. Rekonsiliasi dalam ritus kerus baki merupakan jalan kembali kepada tatanan kehidupan yang telah menjadi konsensus bersama, yang dipercayai punya suatu nilai lebih. Nilai lebih itu, yaitu integrasi diri dengan sesama, yang kemudian memurnikan kembali hubungan yang telah rusak. Persamaan dan perbedaan ritus kerus baki dan sakramen tobat menampilkan substansi iman dan budaya. Kebudayaan merupakan hasil dari produk masyarakat dan bersifat imanen di dalam kehidupan masyarakat. Iman memiliki dimensi rohani yang mendalam karena berhubungan dengan subjek transenden.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Masyarakat Desa Udak Melomata, ritus kerus baki, sakramen rekonsiliasi Gereja Katolik.
Subjects: 200 – Agama > 200 Agama > 200 Agama
200 – Agama > 230 Teologi Kristen > 230 Agama Kristen, Teologi Kristen
300 – Ilmu Sosial > 390 Adat istiadat, etiket, dan cerita rakyat > 392 Adat istiadat setempat
Divisions: 75201 Ilmu Filsafat
Depositing User: Mr Fransiskus Xaverius Sabu
Date Deposited: 27 May 2021 02:09
Last Modified: 05 Dec 2022 03:40
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/775

Actions (login required)

View Item View Item