Makna Religius Ritus Sou Masyarakat Oja ditinjau dari sudut Teologi Ekaristi dan Implikasinya bagi Pengembangan Iman Umat

RATO, Patrisius (2025) Makna Religius Ritus Sou Masyarakat Oja ditinjau dari sudut Teologi Ekaristi dan Implikasinya bagi Pengembangan Iman Umat. Masters thesis, IFTK LEDALERO.

[img] Text
ABSTRAKSI.pdf

Download (509kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (407kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (481kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (462kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (423kB)
[img] Text
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (239kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah makna religius ritus Sou dalam masyarakat Oja-Ende ditinjau dari sudut pandang Teologi Ekaristi dan implikasinya bagi pengembangan iman umat. Metode yang digunakan dalam penulisan Karya Ilmiah ini adalah deskriptif kualitatif. Data-data penelitian diperoleh penulis melalui proses wawancara, Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan budayawan, tokoh masyarakat, tokoh adat dan warga masyarakat Oja, serta studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara substansial, Ritus Sou masyarakat Oja tidak dapat diperbandingkan dengan Ekaristi. Materi dan forma yang digunakan jelas berbeda. Dalam Ekaristi, Yesus mempersembahkan Diri-Nya sebagai kurban utama. Tubuh dan darah-Nya adalah benar-benar menjadi makanan rohani. Sedangkan ritus Sou dalam masyarakat Oja merupakan sebuah perjamuan jasmani. Dalam perayaan Ekaristi, Kristus dengan prakarsa-Nya sendiri mengurbankan diri-Nya atau mempersembahkan kurban-Nya itu pada Allah. Kristus adalah subyek kurban atau pembawa persembahan kepada Allah. Ia tidak diinstrumentalisasi oleh siapapun. Ia dengan inisiatif-Nya sendiri dan didorong oleh cinta sejati-Nya kepada manusia mengurbankan diri-Nya kepada Bapa. Hal ini tentu berbeda dengan ritus Sou yang melibatkan imam adat (mosa mbo’a) sebagai perantara pelakasana ritus dalam relasi dengan Yang Ilahi. Secara analogis kedua ritus ini memiliki beberapa persamaan atau titik temu yang dapat dijadikan pijakan untuk mengembangkan sebuah dialog. Pertama, ritus Sou dan Ekaristi sebagai perayaan perjamuan yang mengungkapkan syukur dan pujian kepada Allah. Kedua, Sou dan Ekaristi merupakan perjamuan persatuan. Ketiga, Sou dan Ekaristi merupakan perayaan Cinta dan solidaritas dan Keempat, Sou dan Ekaristi adalah perayaan kenangan. Pada dasarnya Ekaristi dan Sou adalah perayaan syukur dan pujian. Dengan percaya kepada karya keselamatan Allah yang dikerjakan dalam dan melalui diri Kristus, masyarakat Oja tidak saja mendapatkan jaminan dari roh-roh leluhur, namun lebih dari itu yakni Sang Pemberi Kehidupan. Allah telah memberikan kepada manusia tubuh dan darah Putera-Nya sebagai makanan rohani dan jaminan hidup kekal. Ekaristi tidak hanya sakramen di samping sakramen-sakramen lainnya, melainkan dari asalnya adalah sumber dan puncak dari seluruh hidup Kristiani dan dengannya Gereja terus hidup dan bertumbuh. Prinsip teologis fundamental ini mengandung pengertian bahwa di dalam perayaan Ekaristi, seluruh misteri kehidupan bersama dengan Allah dan manusia mengalami kepenuhan dalam Kristus, dirayakan dan dihadirkan bagi umat beriman. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Ekaristi menjadi sakramen utama dalam Gereja Katolik.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Ritus Sou, Masyarakat Oja, dan Teologi Ekaristi
Subjects: 200 – Agama > 200 Agama > 204 Pengalaman religius, kehidupan dan praktik
300 – Ilmu Sosial > 390 Adat istiadat, etiket, dan cerita rakyat > 392 Adat istiadat setempat
Divisions: 77101 Ilmu Agama/Teologi Katolik
Depositing User: Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo
Date Deposited: 19 Oct 2026 05:34
Last Modified: 19 Oct 2026 05:34
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4604

Actions (login required)

View Item View Item