OLA, Romanus Tubo (2026) Darah Kurban dalam Ritus Adat Masyarakat Adonara: Refleksi Teologis Biblis dari Perspektif Kurban Darah kristus dalam Surat Ibrani 9:11-10:18 dan Relevansinya Bagi Karya Pastoral Gereja. Masters thesis, IFTK LEDALERO.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (466kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (178kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (334kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (272kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (248kB) |
|
|
Text
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (166kB) |
Abstract
Ritus darah kurban merupakan bagian integral dari kehidupan religius-kultural masyarakat Adonara yang diyakini sebagai sarana pendamaian dan pemulihan relasi dengan Wujud Tertinggi, leluhur dan alam. Meskipun mayoritas masyarakat Adonara telah memeluk iman Kristiani, praktik ritus ini tetap dijalankan hingga saat ini. Praktik upacara kurban yang masih tetap setia dijalankan oleh masyarakat Adonara ini, mempunyai kemiripan dengan praktik kurban keselamatan dalam Perjanjian Lama yang dipraktikkan oleh bangsa Yahudi. Persoalan mendasar muncul ketika kurban hewan dipandang sebagai kebutuhan rutin, yang secara teologis berhadapan dengan konsep kurban Kristus dalam Surat Ibrani yang bersifat final dan sempurna. Berangkat dari persoalan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk melakukan refleksi teologis-biblis atas makna darah kurban dalam ritus adat Adonara dengan menggunakan perspektif Surat Ibrani, guna menemukan titik temu dan relevansi pastoralnya bagi Gereja. Penulis mengedepankan analisis atas realitas praktik ritus darah kurban hewan di Adonara, berikut refleksi teologis biblis atas Surat kepada Orang Ibrani untuk menemukan titik relevansi bagi karya pastoral di sana. Diharapkan masyarakat Adonara, seperti umat Ibrani, semakin kuat percaya kepada Yesus sebagai Anak Domba Allah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis eksegetis terhadap teks-teks kunci dalam Surat Ibrani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa darah kurban dalam ritus Adonara dipahami sebagai elemen sakral untuk rekonsiliasi, namun sifatnya repetitif. Dalam terang Surat Ibrani, kurban darah Kristus dipahami sebagai pemenuhan dan penyempurnaan atas kurban tradisional tersebut karena sifatnya yang sekali untuk selamanya. Masyarakat Adonara yang mengimani karya keselamatan Kristus, harus dapat melihat bahwa kurban tradisional yang mereka persembahkan selama ini, kini telah disempurnakan oleh kurban Kristus di salib. Surat kepada Orang Ibrani sangat relevan dengan masyarakat Adonara. Mereka mengenal ritus kurban darah hewan untuk memulihkan tatanan hidup yang rusak karena pelanggaran. Seperti umat Ibrani, masyarakat Adonara percaya peran darah kurban yang memulihkan kehidupan. Pewartaan tentang Yesus sebagai kurban di salib, sangat relevan bagi mereka. Sebagai relevansi pastoral, penelitian ini mendorong Gereja di Adonara untuk melakukan katekese kontekstual dan inkulturasi yang dialogis, agar umat mampu menghayati kurban Kristus sebagai puncak segala kurban tanpa harus kehilangan identitas budayanya. Pastoral yang relevan adalah jawaban atas harapan isi Surat kepada Orang Ibrani, menjadi surat khusus bagi masyarakat Adonara.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Darah Kurban, Adonara, Surat Ibrani, Teologi Biblis, Karya Pastoral. |
| Subjects: | 200 – Agama > 260 Teologi sosial dan gerejawi > 262 Eklesiologi 300 – Ilmu Sosial > 390 Adat istiadat, etiket, dan cerita rakyat > 392 Adat istiadat setempat |
| Divisions: | 77101 Ilmu Agama/Teologi Katolik |
| Depositing User: | Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo |
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 00:33 |
| Last Modified: | 07 Oct 2026 00:33 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4560 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
