LAMUDA, Metodius Tedun (2026) Perantauan Abraham dalam Kejadian 12:1-3 dan upaya Gereja Keuskupan Larantuka dalam Membantu Para Migran. Masters thesis, IFTK LEDALERO.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (425kB) |
|
|
Text
BAB I .pdf Download (325kB) |
|
|
Text
BAB II .pdf Restricted to Registered users only Download (405kB) |
|
|
Text
BAB III .pdf Restricted to Registered users only Download (701kB) |
|
|
Text
BAB IV .pdf Restricted to Registered users only Download (433kB) |
|
|
Text
BAB V - DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (497kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan perantauan menurut umat Keuskupan Larantuka, (2) menjelaskan makna teologis perantauan Abraham dan relevansinya bagi perantauan umat Keuskupan Larantuka. Metode penelitian yang digunakan dalam peper ilmiah ini adalah metode kualitatif yakni kepustakaan dan wawancara. Melalui metode wawancara, penulis memfokuskan penelitian terhadap makna perantauan menurut umat Keuskupan Larantuka serta dampak sosial-budaya dan sebab-sebab terjadinya perantauan. Peneliti juga menggunakan metode kepustakaan untuk mencari dan mendapatkan informasi serta pengetahuan tentang arti perantauan pada umumnya, faktor-faktor penyebab perantauan, dampak perantauan, tujuan perantauan, gambaran umum dan kajian eksegese Kitab Kejadian 12:1-3, dan reflektif perantauan Abraham bagi umat Keuskupan Larantuka. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kehidupan manusia zaman ini diliputi pelbagai macam tuntutan pemenuhan kebutuhan hidup. Salah satu alternatif yang dapat digunakan umat Keuskupan Larantuka untuk menjawabi tuntutan tersebut adalah melalui perantauan. Perantauan sering ditandai dengan proses perpindahan manusia dari satu daerah ke daerah yang lain. Perantau menjadi salah satu upaya untuk mencari nafkah di luar daerah agar manusia dapat memenuhi kebutuhan hidup. Dalam konteks umat Keuskupan Larantuka, perantauan dimaknai sebagai suatu usaha untuk memperbaiki tuntutan kehidupan ekonomi keluarga semakin baik serta mengatasi pelbagai tuntutan sosial-budaya yang ada. Akan tetapi, tak dapat dipungkiri bahwa perantauan juga dapat menimbulkan berbagai dampak negatif dan tidak berhasil di tempat perantauan. Dengan demikian peneliti menegaskan bahwa problem perantauan harus menjadi tanggung jawab bersama. Penulis meyakini bahwa, salah satu solusi yang dapat dipakai untuk menjawabi persoalan hidup ialah dengan belajar dari kisah perantauan Abrahan dalam Kitab Kejadian 12:1-3. Perantauan tidak selamanya mendatangkan kesuksesan tetapi juga mendatangkan duka dan derita bagi keluarga. Model perantauan yang dialami Abraham merupakan model perantauan yang senantiasa berada di bawah bimbingan dan penyertaan Tuhan sendiri. Model perantauan ini seharusnya menjadi model perantauan yang diterapkan oleh umat Keuskupan Larantuka. Oleh karena itu, semua nilai teologis dalam kisah perantauan Abraham dapat dijadikan sebagai nilai perjuangan umat Keuskupan Larantuka ketika berada di tanah rantau.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Umat Keuskupan Larantuka, Perantauan, keluarga, Kitab Suci, Kisah Perantauan Abraham |
| Subjects: | 200 – Agama > 220 Alkitab > 221 Perjanjian Lama (Tanakh) 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 305 Kelompok-kelompok sosial |
| Divisions: | 77101 Ilmu Agama/Teologi Katolik |
| Depositing User: | Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 05:51 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 05:51 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4557 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
