KELEN, Damianus Sodok (2026) Ritus Gelapu Ana di Desa Waibao serta Korelasinya dengan Ritus Pembaptisan dalam Gereja Katolik. Masters thesis, IFTK LEDALERO.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (748kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (336kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (446kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (323kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (282kB) |
|
|
Text
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ritus Gelapu Ana dalam kehidupan masyarakat Desa Waibao serta mengkaji korelasinya dengan ritus pembaptisan dalam Gereja Katolik. Ritus Gelapu Ana merupakan salah satu tradisi adat masyarakat Lamaholot yang memiliki makna sosial, budaya, dan religius yang mendalam, khususnya dalam pemberian nama, penerimaan anak ke dalam komunitas adat, serta permohonan berkat dan perlindungan dari Yang Ilahi. Di sisi lain, pembaptisan dalam Gereja Katolik dipahami sebagai sakramen inisiasi yang menandai kelahiran baru dalam Kristus, penghapusan dosa, serta penerimaan seseorang ke dalam persekutuan Gereja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teologis kontekstual, yang dipadukan dengan pendekatan antropologis religius. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi partisipatif, dan wawancara semi-terstruktur dengan tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat Desa Waibao. Analisis data dilakukan secara fenomenologis dan simbolik untuk memahami makna ritus serta menemukan hubungan antara kedua praktik tersebut. Sistematika penulisan pada karya ilmiah ini terdiri dari lima bab. Bab pertama, merupakan bab pendahuluan. Bab kedua, penulis memberikan gambaran umum tentang desa Waibao, dimulai dari gambaran umum tentang desa Waibao, dan penulis menguraikan secara umum ritus Gelapu Ana. Bab ketiga, membahas tentang pembaptisan dalam Gereja Katolik. Bab keempat, membahas Korelasi antara ritus Gelapu Ana dan ritus pembaptisan Gereja Katolik. Dan Bab kelima, merupakan bagian penutup dari karya ilmiah ini yang berisikan tentang kesimpulan seluruh tulisan, serta saran sebagai masukan yang berguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritus Gelapu Ana dan pembaptisan dalam Gereja Katolik memiliki beberapa kesamaan, seperti penggunaan simbol air, pemberian nama, serta fungsi sebagai sarana penerimaan individu ke dalam komunitas. Namun, keduanya juga memiliki perbedaan mendasar, terutama dalam aspek teologis dan tujuan spiritual. Ritus Gelapu Ana berakar pada tradisi adat dan kepercayaan lokal, sedangkan pembaptisan merupakan sakramen yang memiliki dasar biblis dan ajaran resmi Gereja. Meskipun demikian, dalam konteks masyarakat Desa Waibao, kedua ritus ini tidak dipandang sebagai sesuatu yang bertentangan, melainkan sebagai praktik yang saling melengkapi dalam kehidupan iman dan budaya.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ritus Gelapu Ana, pembaptisan Katolik, budaya Waibao, Gereja Katolik. |
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 390 Adat istiadat, etiket, dan cerita rakyat > 392 Adat istiadat setempat |
| Divisions: | 77101 Ilmu Agama/Teologi Katolik |
| Depositing User: | Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 05:16 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 05:16 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4551 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
