WAGUR, Onesimus Febriano Nggewar (2026) Analisis Konflik Proyek Geotermal di Poco Leok dalam Perspektif Teologi Publik dan Implikasinya bagi Karya Pastoral Ekologis. Masters thesis, IFTK LEDALERO.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (5MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (639kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (660kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (636kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (874kB) |
|
|
Text
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (674kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan dinamika konflik proyek geotermal di Poco Leok, (2) menganalisis konflik tersebut dalam perspektif teologi publik, dan (3) merumuskan implikasi konflik tersebut bagi karya pastoral ekologis Gereja. Pengembangan energi panas bumi sebagai bagian dari transisi menuju energi terbarukan dipandang sebagai solusi atas krisis energi dan perubahan iklim. Namun, dalam praktiknya, proyek tersebut sering memunculkan konflik sosial, ekologis, budaya, dan politik, terutama dengan masyarakat adat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi kepustakaan dan analisis data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik di Poco Leok memperlihatkan ketimpangan relasi kuasa, terbatasnya partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan, serta ketidakadilan ekologis yang berdampak pada kehidupan sosial dan budaya masyarakat adat. Dalam perspektif teologi publik, konflik proyek geotermal di Poco Leok tidak dapat dipahami semata-mata sebagai persoalan teknis pembangunan dan energi, tetapi juga sebagai persoalan moral dan kemanusiaan yang berkaitan dengan keadilan ekologis, hak masyarakat adat, dan keberlanjutan hidup bersama. Teologi publik menegaskan bahwa Gereja dipanggil untuk hadir dalam ruang publik sebagai suara profetis yang membela martabat manusia, memperjuangkan keadilan sosial ekologis, serta mendorong dialog yang partisipatif dan inklusif. Sejumlah penelitian sebelumnya telah membahas konflik pembangunan dan persoalan energi terbarukan dari berbagai perspektif sosial dan politik. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan perspektif teologi publik dan pastoral ekologis untuk membaca konflik geotermal di Poco Leok secara kritis dan teologis. Penelitian ini menunjukkan bahwa konflik tersebut bukan hanya persoalan pembangunan nasional, tetapi juga persoalan etis dan ekologis yang menyangkut keberlanjutan hidup masyarakat lokal. Sebagai kesimpulan teologis, penelitian ini menegaskan bahwa Gereja memiliki tanggung jawab moral untuk terlibat dalam perjuangan keadilan ekologis dan pendampingan masyarakat yang terdampak konflik pembangunan. Implikasi pastoral penelitian ini menekankan pentingnya pastoral ekologis sebagai bentuk keberpihakan Gereja terhadap korban, perlindungan lingkungan hidup, serta upaya membangun transformasi sosial yang adil, dialogis, dan berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Konflik geotermal Poco Leok, teologi publik, pastoral ekologis |
| Subjects: | 200 – Agama > 210 Filsafat dan teori agama > 210 Filsafat dan teori agama 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 305 Kelompok-kelompok sosial |
| Divisions: | 77101 Ilmu Agama/Teologi Katolik |
| Depositing User: | Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo |
| Date Deposited: | 01 Oct 2026 05:11 |
| Last Modified: | 01 Oct 2026 05:11 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4514 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
