Memahami Posisi Masyarakat Adat Jerebu’u di Tengah Persoalan Proyek Geotermal Nage dalam Terang Pemikiran Ekoteologi Thomas Berry

KAU, Fransiskus Carli (2026) Memahami Posisi Masyarakat Adat Jerebu’u di Tengah Persoalan Proyek Geotermal Nage dalam Terang Pemikiran Ekoteologi Thomas Berry. Masters thesis, IFTK LEDALERO.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (755kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (323kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (407kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (419kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (360kB)
[img] Text
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (269kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (776kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan gagasan Thomas Berry tentang ekoteologi, (2) menjelaskan relasi Masyarakat Adat dengan alam di dalam kepercayaan tradisional Masyarakat Adat Jerebu’u, (3) menjelaskan pandangan Masyarakat Adat di Jerebu’u tentang kehidupan mereka di tengah persoalan pelaksanaan Proyek Geotermal, (4) menemukan kesesuaian di antara Ekoteologi Thomas Berry dan gagasan-gagasan tradisional untuk menemukan solusi dari persoalan-persoalan yang ada. Metode yang digunakan di dalam penulisan tesis ini adalah metode penelitian kepustakaan dan metode penelitian lapangan. Dalam penelitian kepustakaan, penulis membuat studi atas literatur-literatur yang berhubungan dengan judul tesis ini. Sementara itu, dalam penelitian lapangan, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dan fenomenologi. Penulis mengamati secara langsung kehidupan Masyarakat Adat Jerebu’u dan mewawancarai narasumber narasumber untuk menggali informasi tentang Geotermal dan kemungkinan dampak negatifnya terhadap kehidupan Masyarakat Adat. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan fakta bahwa proyek pengembangan Geotermal Nage masih berada di tahap eksplorasi. Secara langsung belum ditemukan dampak-dampak lingkungan yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Namun, masyarakat mengalami trauma karena menyaksikan dampak-dampak negatif yang terjadi di PLTP Mataloko. Sebagai suatu komunitas, Masyarakat Adat Jerebu’u memiliki cara pandang terhadap alam yang terkristalisasi di dalam nasihat-nasihat dan keyakinan tradisional mereka. Ada tiga hal yang patut digarisbawahi. Pertama, pandangan tentang alam sebagai Ibu. Kedua, tanah sebagai simbol identitas, persatuan, dan keberlanjutan suatu kehidupan. Ketiga, peran wanita di dalam suatu Sa’o Ngaza (rumah adat). Pengembangan Geotermal Nage dengan seluruh potensi daya rusaknya terhadap lingkungan tentunya akan berdampak secara serius terhadap kehidupan Masyarakat Adat, baik terhadap keyakinan-keyakinannya, ritual-ritualnya, maupun keberlanjutan eksistensi mereka di tempat yang sekarang mereka tinggali. Dalam terang pemikiran Ekoteologi Thomas Berry, kenyataan bahwa Geotermal dapat berdampak terhadap lingkungan dan mengancam eksistensi Masyarakat Adat Jerebu’u mendesak setiap orang yang terlibat untuk memikirkan kembali urgensi pengembangan Geotermal Nage ini. Ide-idenya tentang kisah yang baru, kesadaran tentang posisi dan peran manusia di tengah alam semesta, peran Gereja serta gerakan kembali kepada nilai-nilai tradisional Masyarakat Adat secara jelas mengoreksi ide pengembangan Geotermal Nage ini. Dengan berdasar pada keinginan untuk mempertahankan identitas, keharmonisan relasi antara manusia dengan alam, serta keberlangsungan identitas Masyarakat Adat Jerebu’u, maka rencana pengembangan Geotermal adalah sesuatu yang tidak bisa dilanjutkan. Pengembangan Geotermal mesti dibatalkan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Masyarakat Adat Jerebu’u, Geotermal Nage, Ekoteologi Thomas Berry.
Subjects: 200 – Agama > 230 Teologi Kristen > 230 Agama Kristen, Teologi Kristen
Divisions: 77101 Ilmu Agama/Teologi Katolik
Depositing User: Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo
Date Deposited: 30 Sep 2026 05:47
Last Modified: 30 Sep 2026 05:47
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4504

Actions (login required)

View Item View Item