Peran Ketua Adat dalam Budaya Woe Au pada Masyarakat Wolowea dalam Perbandingan dengan Peran Imam dalam Perayaan Ekaristi

TENGA, Yohanes Marianus (2026) Peran Ketua Adat dalam Budaya Woe Au pada Masyarakat Wolowea dalam Perbandingan dengan Peran Imam dalam Perayaan Ekaristi. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (133kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (288kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (276kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (235kB)
[img] Text
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (187kB)

Abstract

Tujuan utama penelitian ialah untuk mengkaji peran ketua adat dalam budaya woe au pada masyarakat Wolowea dalam perbandingan dengan peran imam dalam perayaan Ekaristi. Tujuan lain yang hendak dikaji dalam penelitian ini ialah menjelaskan peran ketua adat dalam budaya woe au pada masyarakat Wolowea; (2) menjelaskan peran imam dalam perayaan Ekaristi; (3) mengidentifikasi persamaan dan perbedaan peran ketua adat dalam budaya woe au pada masyarakat Wolowea dengan peran imam dalam perayaan Ekaristi. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi pustaka dan penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik wawancara dengan sejumlah tokoh adat dan sejumlah pihak untuk memperoleh data-data yang akurat tentang pelaksanaan budaya woe au dan peran ketua adat dalam pelaksanaan budaya woe au. Penelitian ini juga menggunakan metode kepustakaan untuk mencari dan menemukan informasi dan sumber tentang perayaan Ekaristi dan peran imam dalam perayan Ekaristi. Objek penelitian dalam karya ilmiah ini adalah peran ketua adat dalam budaya woe au pada masyarakat Wolowea dalam perbandingan dengan peran imam dalam perayaan Ekaristi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan beberapa pokok pemikiran berikut, (1) budaya woe au pada masyarakat Wolowea merupakan perayaan syukuran panen yang ditujukan kepada Wujud Tertinggi atau Ga’e Dewa dalam aktivitas pertanian musim hujan atau buku uu. Masyarakat meyakini bahwa hasil panen yang melimpah, keberhasilan dalam aktivitas pertanian dan kesejahteraan yang dialami masyarakat berasal dari Allah. Oleh karena itu, hasil panenan pertama-tama mesti diberikan kepada Allah yang terlebih dahulu menganugerahkan segala kebaikan kepada masyarakat Wolowea. (2) Dalam pelaksanaan ritus woe au, ketua adat berperan sebagai perantara yang bertindak atas nama segenap masyarakat Wolowea untuk memberikan persembahan kepada Wujud Tertinggi atau Ga’e Dewa. Pemberian persembahan ini hanya dapat dilakukan oleh ketua adat dan tidak dapat dilaksanakan oleh siapa pun. (3) Peran ketua adat dalam pelaksanaan budaya woe au pada masyarakat Wolowea dapat disejajarkan dengan peran imam dalam perayaan Ekaristi. Dalam perayaan Ekaristi imam merupakan pribadi yang bertindak dalam nama Kristus untuk mempersembahkan kurban Gereja dalam persatuan dengan kurban Kristus sebagai kurban yang utama kepada Allah. (4) Segala bentuk kepengantaraan mendapatkan nilai dan mencapai kepenuhan dalam kepengantaraan tunggal Yesus Kristus. Yesus Kristus merupakan satu-satunya pengantara atau pengantara tunggal yang mampu memulihkan kembali hubungan antara Allah dengan segenap manusia. Umat beriman turut mengambil bagian dalam kepengantaraan tunggal Yesus Kristus untuk menghaturkan doa dan persembahan yang pantas dan berkenan kepada Allah. Sebab, dalam Yesus Kristus, Allah menyatukan semua ciptaan dengan diri-Nya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Ketua Adat Wolowea, Budaya Woe Au, Perayaan Ekaristi, In Persona Christi, Kepengantaraan Tunggal Yesus Kristus.
Subjects: 300 – Ilmu Sosial > 390 Adat istiadat, etiket, dan cerita rakyat > 392 Adat istiadat setempat
Divisions: 75101 Filsafat
Depositing User: Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo
Date Deposited: 29 Sep 2026 02:24
Last Modified: 29 Sep 2026 02:24
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4485

Actions (login required)

View Item View Item