NUSA, Pangkrasius Akiles Karnadi (2026) Hubungan antara Ekaristi dan Persekutuan Umat Allah dalam Terang Ecclesia de Eucharistia. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (641kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (271kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (300kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (270kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (398kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (167kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (195kB) |
Abstract
Skripsi ini mengkaji hubungan antara Ekaristi dan Persekutuan Umat Allah menurut ensiklik Ecclesia de Eucharistia (2003) karya Paus Yohanes Paulus II. Ekaristi dipahami sebagai sumber dan puncak seluruh kehidupan Gereja, sehingga memiliki peran fundamental dalam membentuk, memperbaharui, dan menguatkan persekutuan umat beriman. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara teologis bagaimana Ekaristi bukan hanya tindakan liturgis, melainkan realitas iman yang mempersatukan umat dalam Kristus, membangun kesatuan Gereja, dan meneguhkan identitas Gereja sebagai persekutuan atau communio. Metode yang digunakan adalah studi pustaka melalui analisis dokumen resmi Gereja – khususnya ensiklik Ecclesia de Eucharistia – serta literatur teologi sakramental dan eklesiologis. Kajian ini menyoroti tiga pokok utama: (1) Ekaristi sebagai kehadiran nyata Kristus yang mempersatukan umat; (2) Ekaristi sebagai sumber kesatuan dan identitas Gereja; (3) implikasi pastoral Ekaristi bagi pembinaan persekutuan umat pada tingkat paroki maupun komunitas basis. Hasil kajian menunjukkan bahwa Ekaristi memiliki daya transformatif yang mampu membentuk hidup mengGereja secara konkret. Dengan menyatukan umat dalam satu tubuh dan satu roti, Ekaristi melahirkan kesadaran akan hidup sebagai persekutuan, memperdalam praksis solidaritas, dan menggerakkan partisipasi aktif dalam kehidupan pastoral. Ensiklik Ecclesia de Eucharistia menegaskan bahwa Gereja hidup dari Ekaristi; karena itu, kualitas persekutuan umat sangat bergantung pada kesetiaan Gereja terhadap perayaan Ekaristi yang kudus, penuh hormat, dan sesuai dengan tradisi apostolik. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa hubungan Ekaristi dan persekutuan umat Allah bersifat inheren dan tak terpisahkan. Ekaristi bukan hanya simbol kesatuan, tetapi realitas yang membangun dan menghidupkan persekutuan umat. Melalui Ekaristi, Gereja dipanggil untuk terus memperbarui dirinya sebagai komunitas yang bersumber pada Kristus dan diutus menjadi sakramen keselamatan bagi dunia.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ekaristi, persekutuan umat Allah, Ecclesia de Eucharistia, communio, teologi sakramen, eklesiologi. |
| Subjects: | 200 – Agama > 260 Teologi sosial dan gerejawi > 261 Teologi sosial |
| Divisions: | 75101 Filsafat |
| Depositing User: | Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo |
| Date Deposited: | 29 Sep 2026 01:25 |
| Last Modified: | 29 Sep 2026 01:25 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4482 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
