DHAE, Adelbertus Pontius (2026) Fenomena Brain rot dan Formasi Spiritualitas Kaum Muda Katolik: Sebuah Refleksi Teologi Siber. Masters thesis, IFTK LEDALERO.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (572kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (560kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (625kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (573kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (599kB) |
|
|
Text
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (449kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (392kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi dan memaparkan konsep serta prinsip dasar teologi siber, (2) menguraikan pemahaman dan pengalaman kaum muda Katolik akan fenomena brain rot dalam keseharian digital mereka, dan (3) menganalisis dan menafsirkan fenomena brain rot dalam terang teologi siber serta merumuskan solusi teologis bagi formasi spiritualitas kaum muda Katolik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam kerangka teologi praktis Richard Osmer, yang mencakup tahap deskriptif, interpretatif-normatif, dan pragmatis. Objek penelitian ini ialah fenomena brain rot dalam pengalaman hidup kaum muda Katolik di era digital. Data utama diperoleh dari sebelas partisipan melalui wawancara mendalam dan observasi terbatas sebagai bagian dari pendekatan fenomenologis pada tahap deskriptif. Sementara itu, data sekunder bersumber dari kajian terhadap pemikiran para teolog siber seperti Antonio Spadaro dan Anthony Le Duc, dokumen-dokumen resmi Gereja tentang komunikasi sosial (Konsili Vatikan II, pesan-pesan para Paus, serta dokumen dari lembaga kepausan), serta penelitian-penelitian terdahulu yang relevan. Pengumpulan data dilakukan secara kualitatif melalui teknik wawancara dan observasi. Analisis data dilaksanakan secara bertahap: (1) mendeskripsikan pengalaman partisipan; (2) menafsirkan dan menilai fenomena tersebut dalam terang teologi siber; serta (3) merumuskan model formasi spiritualitas yang kontekstual sebagai respons pastoral. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik beberapa poin kesimpulan berikut. Pertama, fenomena brain rot selama ini dipahami sebagai gejala budaya digital yang ditandai konsumsi konten dangkal dan repetitif. Fenomena ini kurang dikenal sebagai istilah oleh kaum muda Katolik, tetapi dialami secara nyata dalam keseharian mereka sebagai kebiasaan penggunaan media yang menguras perhatian. Fenomena ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi menyentuh dimensi spiritual. Kedua, teologi siber dipahami sebagai refleksi iman atas realitas digital sebagai ruang relasi dan komunikasi. Pendekatan ini melihat teknologi bukan sekadar alat, melainkan lingkungan yang membentuk cara manusia memahami diri dan Allah. Ketiga, dalam terang teologi siber, fenomena brain rot dibaca sebagai gangguan terhadap kapasitas atensi manusia. Perhatian yang terpecah menghambat relasi yang mendalam dengan Tuhan, diri sendiri, dan sesama. Teologi siber juga menyoroti adanya pengaruh ekonomi atensi yang membentuk pola konsumsi digital. Keempat, sebagai tanggapan, penelitian ini merumuskan model formasi spiritualitas dalam empat pilar utama, yakni formasi atensi, formasi relasi, formasi kesadaran sebagai Imago Dei, dan formasi misioner-inkarnatif. Keempat pilar formasi ini perlu diperdalam dan dijiwai melalui reaktualisasi praktik-praktik spiritual tradisional Gereja.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Brain rot, teologi siber, spiritualitas, atensi, dan formasi |
| Subjects: | 200 – Agama > 230 Teologi Kristen > 230 Agama Kristen, Teologi Kristen |
| Divisions: | 77101 Ilmu Agama/Teologi Katolik |
| Depositing User: | Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 05:59 |
| Last Modified: | 28 Sep 2026 05:59 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4479 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
