Analisis Budaya Perkabungan Masyarakat Desa Wolomotong Berdasarkan Perspektif Feminisme

RAGA, Brigitha Viviana Dua (2026) Analisis Budaya Perkabungan Masyarakat Desa Wolomotong Berdasarkan Perspektif Feminisme. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.

[img] Text
ABSTRAK .pdf

Download (699kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (344kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (639kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (476kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (350kB)
[img] Text
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (432kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi masyarakat Desa Wolomotong, menjelaskan pelaksanaan budaya perkabungan di Desa Wolomotong, serta menguraikan konsep feminisme sebagai kerangka analisis untuk memahami peran perempuan dalam budaya perkabungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan perempuan yang mengalami masa perkabungan, tokoh adat, serta anggota masyarakat yang memahami praktik perkabungan. Selain itu, peneliti juga melakukan observasi partisipatif serta menggunakan studi pustaka sebagai sumber data pendukung. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan perspektif feminisme untuk melihat bagaimana relasi gender terbentuk dalam praktik budaya perkabungan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya perkabungan masyarakat Desa Wolomotong memiliki beberapa tahapan penting, yaitu penyampaian berita kematian dan persiapan, penggalian liang lahat, penjagaan jenazah, penentuan hari pemakaman, proses pemakaman, masa berkabung, peringatan empat malam dan empat puluh malam setelah kematian, serta akhir masa berkabung. Dalam seluruh proses tersebut, perempuan memegang peran penting terutama dalam mengekspresikan kesedihan melalui ratapan, menjaga jenazah, serta menjalankan berbagai pantangan selama masa berkabung. Sementara itu, laki-laki lebih banyak berperan dalam memimpin ritus adat, mengambil keputusan, serta mengatur jalannya prosesi pemakaman. Melalui perspektif feminisme, penelitian ini menemukan bahwa budaya perkabungan masyarakat Desa Wolomotong memperlihatkan adanya pembagian peran berdasarkan gender yang dipengaruhi oleh sistem sosial patrilineal. Namun demikian, perempuan tidak hanya diposisikan sebagai pihak yang lemah atau terpinggirkan, melainkan juga sebagai penjaga nilai-nilai budaya dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Dengan demikian, budaya perkabungan dapat dipahami sebagai ruang yang memperlihatkan relasi gender sekaligus menunjukkan kontribusi penting perempuan dalam kehidupan sosial budaya masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan ruang refleksi bagi masyarakat dalam memahami kembali peran perempuan dalam tradisi perkabungan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Budaya Perkabungan, Feminisme, Perempuan, Tradisi, Masyarakat Wolomotong.
Subjects: 100 - Filsafat dan Psikologi > 100 Filsafat > 100 Filsafat dan psikologi
300 – Ilmu Sosial > 390 Adat istiadat, etiket, dan cerita rakyat > 392 Adat istiadat setempat
Divisions: 75101 Filsafat
Depositing User: Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo
Date Deposited: 16 Sep 2026 04:37
Last Modified: 16 Sep 2026 04:37
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4450

Actions (login required)

View Item View Item