JADUR, Stefanus Suriadi (2026) Persatuan Rakyat Kecil sebagai Basis Penguatan Demokrasi Substantif dalam Novel Sekali Peristiwa di Banten Selatan Karya Pramoedya Ananta Toer. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (245kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (400kB) |
|
|
Text
BAB III .pdf Restricted to Registered users only Download (342kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (326kB) |
|
|
Text
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (203kB) |
Abstract
Demokrasi Indonesia pada dasarnya dibangun atas prinsip kedaulatan rakyat dan cita-cita keadilan sosial, tetapi dalam praktiknya sering mengalami penyimpangan akibat dominasi elite, ketimpangan kekuasaan, dan marjinalisasi rakyat kecil, sehingga demokrasi cenderung bergerak ke arah yang prosedural dan oligarkis. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana rakyat kecil memaknai dan membangun kekuatan kolektif sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan struktural sekaligus sebagai basis penguatan demokrasi substantif. Bertolak dari persoalan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi persatuan rakyat kecil sebagai basis penguatan demokrasi substantif dalam novel Sekali Peristiwa di Banten Selatan karya Pramoedya Ananta Toer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif-deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa novel ini menggambarkan rakyat kecil sebagai kelompok yang hidup dalam lingkup ketidakpastian, penindasan ekonomi, serta kekerasan simbolik dan fisik. Meski demikian, pengalaman hidup yang sama melahirkan kesadaran bersama mengenai ketidakadilan sebagai persoalan struktural, bukan persoalan individual. Kesadaran ini berkembang menjadi solidaritas sosial yang mengikat warga dalam relasi saling percaya dan saling mendukung. Solidaritas tersebut kemudian memunculkan tindakan kolektif sebagai strategi perlawanan terhadap dominasi elite yang selama ini tidak tersentuh oleh mekanisme demokrasi formal. Dalam perspektif demokrasi substantif, tindakan kolektif rakyat kecil dalam novel ini mencerminkan proses demokratis yang tumbuh dari bawah, sebuah demokrasi yang tidak bergantung pada prosedur formal, tetapi pada kesadaran kritis masyarakat, solidaritas, dan keberanian membela keadilan. Temuan penelitian ini juga memiliki relevansi penting dengan kondisi demokrasi kontemporer di Indonesia, yang saat ini mengalami kemunduran ditandai oleh menguatnya oligarki politik, lemahnya perlindungan terhadap rakyat kecil, dan semakin kaburnya batas antara kepentingan publik dan kepentingan elite. Sebagai solusi, penelitian ini menawarkan beberapa strategi yang relevan dalam membongkar kemunduran demokrasi. Pertama, penguatan organisasi basis. Kedua, konsolidasi solidaritas lintas identitas. Ketiga, pemanfaatan ruang publik digital secara kritis. Keempat, partisipasi aktif dalam proses legislasi dan pengawasan kebijakan publik. Kelima, pembangunan ekonomi alternatif berbasis komunitas. Keenam, revitalisasi pendidikan politik kritis di tingkat akar rumput.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pramoedya Ananta Toer, rakyat kecil, persatuan, sosiologi sastra, demokrasi substantif. |
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 320 Ilmu politik > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan) |
| Divisions: | 75101 Filsafat |
| Depositing User: | Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo |
| Date Deposited: | 12 Sep 2026 03:19 |
| Last Modified: | 12 Sep 2026 03:19 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4435 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
