Ritual Ke’ti Ata Masyarakat Desa Rana Masak Berdasarkan Belas Kasih Allah dalam Ensiklik Dives in Misericordia

BANIS, Reginaldus (2026) Ritual Ke’ti Ata Masyarakat Desa Rana Masak Berdasarkan Belas Kasih Allah dalam Ensiklik Dives in Misericordia. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (496kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (259kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (362kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (293kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (315kB)
[img] Text
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (155kB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui tujuan dan makna ritual ke’ti ata masyarakat Desa Rana Masak ditinjau berdasarkan belas kasih Allah dalam ensiklik Dives in Misericordia. Praktik ritual ke’ti ata menjadi salah satu budaya masyarakat Rana Masak untuk memutuskan relasi dengan pihak yag sedang berkonflik. Pemutusan hubungan ini merupakan praktik budaya yang terus dipertahankan oleh masyarakat untuk menyelesaikan persoalan yang sedang terjadi dalam kehidupan mereka. Masyarakat meyakini bahwa ritual tersebut dilaksanakan untuk menyelesaikan konflik antara individu atau kelompok dalam kehidupan sosial. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Objek yang diteliti adalah tujuan ritual ke’ti ata dan masyarakat Desa Rana Masak, serta wujud belas kasih Allah dalam kehidupan manusia. Ritual ini akan ditinjau berdasarkan belas kasih Allah dalam ensiklik Dives in Misericordia untuk mengetahui masalah-masalah dalam praktik budaya tersebut. Wujud data dalam penelitian ini adalah deskripsi tentang tujuan dan makna ritual secara umum dalam praktik budaya tersebut. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa dalam ritual ke’ti ata masyarakat Desa Rana Masak terdapat tujuan dan proses yang mengabaikan nilai belas kasih Allah yakni: Pertama, adanya pemutusan hubungan kekerabatan dengan individu. Kedua, adanya kepercayaan masyarakat bahwa memutuskan hubungan dapat menyelesaikan konflik. Ketiga, ritual tersebut memisahkan kedua pihak yang berkonflik untuk selama-lamanya. Di sisi lain, ensiklik Gereja Dives in Misericordia berbicara panjang lebar tentang belas kasih Allah, yang merupakan ungkapan iman Kristiani untuk berbelaskasihan dengan sesama yang melakukan pelanggaran dalam kehidupan sosial. Gereja mengajarkan belas kasih sebagai atribut ilahi yang harus diwujudkan dalam berbagai dimensi hidup manusia yang beranekaragam. Dari kedua pandangan tersebut terdapat kontradiksi antara ritual ke’ti ata yang dipraktikkan oleh masyarakat Desa Rana Masak dan ensiklik dives in Misericordia tentang belas kasih Allah dalam Kitab Suci. Pertama, pemutusan hubungan kekerabatan dipandang sebagai cara untuk menyelesaikan konflik. Kedua, perpisahan berkelanjutan dari generasi ke generasi. Ketiga, ritual tersebut tidak terdapat jalan rekonsiliasi. Ini berarti bahwa ritual tersebut berlangsung turun-temurun tanpa jalan rekonsiliasi bagi kedua pihak yang berkonflik. Persoalan ini menciptakan disharmoni sosial berkelanjutan. Hubungan kedua pihak yang berkonflik akan putus secara permanen melalui ritual adat.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Ritual, ke’ti ata, Desa Rana Masak, Belas Kasih.
Subjects: 200 – Agama > 260 Teologi sosial dan gerejawi > 261 Teologi sosial
300 – Ilmu Sosial > 390 Adat istiadat, etiket, dan cerita rakyat > 392 Adat istiadat setempat
Divisions: 75101 Filsafat
Depositing User: Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo
Date Deposited: 11 Sep 2026 02:12
Last Modified: 11 Sep 2026 02:12
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4429

Actions (login required)

View Item View Item