Dinamika Sosial Kematian Beruntun pada Masyarakat Majamere-Nagekeo Pascaritus Pengorbanan Kerbau, sebuah Analisis Antropologis

MEO, Marselinus (2026) Dinamika Sosial Kematian Beruntun pada Masyarakat Majamere-Nagekeo Pascaritus Pengorbanan Kerbau, sebuah Analisis Antropologis. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (885kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (239kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (468kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (385kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (312kB)
[img] Text
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (256kB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peristiwa kematian beruntun yang terjadi setelah pelaksanaan ritus pengorbanan kerbau di masyarakat Majamere Nagekeo. Ritus yang awalnya dimaknai sebagai bentuk syukur dan penghormatan kepada leluhur justru menimbulkan krisis sosial dan spiritual yang mengguncang kehidupan masyarakat. Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan mendasar, yaitu mengapa ritus yang seharusnya membawa berkat justru menimbulkan malapetaka, dan bagaimana masyarakat menjelaskan serta menata kembali kehidupan mereka setelah krisis tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kehidupan sosial-budaya masyarakat Majamere-Nagekeo, memahami tinjauan antropologis terhadap situasi sosial-budaya masyarakat Majamere-Nagekeo, dan mengetahui dinamika sosial masyarakat Majamere-Nagekeo dengan kematian beruntun setelah ritus syukuran pengorbanan kerbau dilihat dari aspek antropologis. Secara metodologis, penelitian ini menggunakan pendekatan antropologis kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi pustaka sebagai cara memperoleh data yang kaya nilai-nilai sosial dan simbolik. Analisis dilakukan dengan memanfaatkan teori-teori antropologis dan sosilogis untuk menafsirkan hubungan antara ritus, krisis, dan perubahan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Majamere merespons krisis dengan mekanisme koping budaya dan spiritual. Mereka melakukan perpindahan kampung sebagai strategi untuk memulihkan keseimbangan kosmis dan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat Majamere memiliki daya lenting (resiliensi) budaya yang tinggi. Dengan demikian, pengalaman Majamere memperlihatkan bagaimana komunitas adat menegosiasikan makna hidup, mati, dan tradisi di tengah perubahan zaman tanpa kehilangan identitas budayanya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Majamere, Ritus, Pebha, krisis budaya, koping budaya dan spiritual, resiliensi, transformasi sosial.
Subjects: 300 – Ilmu Sosial > 390 Adat istiadat, etiket, dan cerita rakyat > 392 Adat istiadat setempat
Divisions: 75101 Filsafat
Depositing User: Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo
Date Deposited: 09 Sep 2026 02:25
Last Modified: 09 Sep 2026 02:25
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4425

Actions (login required)

View Item View Item