Meneropong Makna Penderitaan Akibat Pandemi COVID-19 dalam Terang Kitab Ratapan 2:1-12

PAE, Kuirinus Kurniawan Kale (2026) Meneropong Makna Penderitaan Akibat Pandemi COVID-19 dalam Terang Kitab Ratapan 2:1-12. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (441kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (733kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (673kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneropong makna penderitaan akibat peristiwa pandemi COVID-19 dalam terang Kitab Ratapan 2:1 12. Penulis mengkaji beragam eksegesis teks dan menjelaskan refleksi teologisnya. Refleksi atas realitas penderitaan fisik dan spiritual dalam konteks relasi Allah dan umat-Nya menjadi latar belakang penelitian ini. Penulis menggunakan teks Ratapan 2:1-12 karena teks Kitab Suci tersebut dinilai relevan karena menampilkan narasi penderitaan kolektif. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Penulis mempelajari literatur-literatur yang relevan dengan tema yang diangkat, di antaranya adalah Kitab Suci, buku-buku, jurnal, dokumen Gereja, internet dan literatur ilmiah lainnya yang membantu analisis teks Kitab Suci secara eksegetis dan menjelaskan realitas kontemprer dalam sudut pandang teologis. Dengan metode ini, penulis berusaha menemukan makna yang terkandung dalam teks serta relevansinya bagi pengalaman penderitaan manusia masa kini. Teks Ratapan 2:1 12 menggambarkan penderitaan sebagai pengalaman komunal yang menyentuh seluruh dimensi kehidupan umat baik sosial, psikologis, maupun religius. Teks ini berbentuk puisi yang penuh dengan metafora dan simbolisasi penderitaan yang dramatis dan mendalam, sehingga memunculkan ketegangan teologis antara murka Allah dan penderitaan umat. Murka ilahi tidak dilihat sebagai emosi tanpa kendali, melainkan sebuah bentuk keseriusan relasi perjanjian. Di samping itu, umat Israel tidak menutupi kesedihan mereka, melainkan mengekspresikannya secara jujur dengan bahasa ratapan yang intens dan emosional. Oleh karena itu, berdasarkan teks Ratapan 2:1-12, penderitaan dimaknai bukan hanya sebagai hukuman, tetapi juga sebagai ruang refleksi yang mendalam tentang iman. Dalam refleksi tentang pandemi COVID-19, penulis menemukan bahwa pengalaman penderitaan global tersebut memiliki kesamaan dengan gambaran penderitaan dalam Ratapan 2:1 12. Temuan paralelisme tersebut terkait aspek kolektivitas, trauma, dan krisis spiritual. Pandemi menyebabkan kehilangan, ketidakpastian, dan penderitaan manusia, yang kemudian menjadi tantangan bagi umat. Dalam terang teks Ratapan 2:1-12, penderitaan akibat pandemi COVID-19 dapat dimaknai sebagai panggilan untuk membangun kembali relasi dengan Allah melalui pertobatan, solidaritas, dan kejujuran dalam mengungkapkan pergumulan iman. Ratapan menjadi bahasa teologis yang memungkinkan umat tetap beriman di tengah penderitaan. Pada akhirnya, penderitaan yang dialami secara kolektif tidak disimplifikasi semata-mata karena hukuman yang berasal dari Allah, tetapi sebagai realitas kompleks yang berada dalam lingkaran misteri relasi antara Allah dan manusia.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Penderitaan, Pandemi COVID-19, Ratapan 2:1-12, Eksegesis.
Subjects: 200 – Agama > 220 Alkitab > 221 Perjanjian Lama (Tanakh)
Divisions: 75101 Filsafat
Depositing User: Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo
Date Deposited: 07 Sep 2026 02:11
Last Modified: 07 Sep 2026 02:11
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4417

Actions (login required)

View Item View Item