VIRANDO, Kristianus Adrianto (2026) Makna Kisah Maria dan Marta dalam Injil Lukas 10:38-42 dan Relevansinya bagi Pengangkatan Martabat Kaum Perempuan Di Kampung Mbohang Kabupaten Manggarai. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (599kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (144kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (238kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (293kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (220kB) |
|
|
Text
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (154kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan relevansi makna kisah Maria dan Marta dalam Injil Lukas 10:38-42 sebagai upaya pengangkatan harkat dan martabat kaum perempuan di Kampung Mbohang, (2) memberikan pemahaman kepada masyarakat Kampung Mbohang mengenai kesetaraan peran dan kedudukan antara laki-laki dan perempuan sebagai makhluk yang sama tanpa perbedaan, (3) mendeskripsikan peran dan martabat kaum perempuan dalam masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan menggabungkan studi kepustakaan dan penelitian lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya patriarki yang kuat sering kali membatasi peran perempuan di masyarakat, khususnya di Kampung Mbohang. Pembatasan ini membuat ruang gerak perempuan dalam berbagai aspek kehidupan masih berada di bawah otoritas laki-laki. Pandangan masyarakat yang terpengaruh oleh budaya tersebut mengikis identitas dan martabat perempuan yang seharusnya setara dengan laki-laki. Pemahaman yang keliru mengenai kedudukan perempuan serta penerapan sistem budaya yang mengutamakan laki-laki menyebabkan mereka mengalami alienasi. Kondisi ini dipandang oleh penulis sebagai situasi yang perlu diperbaiki dengan tujuan agar kedudukan perempuan dapat disetarakan dengan laki-laki. Langkah yang diambil untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan menjadikan kisah Maria dan Marta dalam Injil Lukas 10:38-42 sebagai teladan. Keberanian Maria untuk duduk dekat kaki Yesus dan mendengarkan ajaran-Nya dapat menginspirasi perempuan di Kampung Mbohang agar berani berpartisipasi aktif dalam berbagai aspek kehidupan. Di sisi lain, keteladanan Marta dalam melayani Tuhan dapat menjadi contoh bagi perempuan Kampung Mbohang untuk tetap setia dalam mengabdi demi kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Sebenarnya status perempuan sebagai pelayanan tidak mencerminkan kelemahan. Sebaliknya, melalui pelayanan tersebut, perempuan mengabdikan diri untuk kepentingan bersama. Ketika berhadapan dengan laki-laki yang lebih unggul, perempuan menunjukkan dukungan dengan mempersiapkan berbagai kebutuhan. Dengan sikap demikian, perempuan tidak pantas hanya dianggap sebagai pelengkap, melainkan harus ditempatkan sebagai rekan kerja yang setara dan memiliki kesepakatan bersama. Menurut penulis, cita-cita ini dapat diwujudkan jika masyarakat Kampung Mbohang bersama-sama menghargai dan mencintai perempuan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Marta dan Maria, Injil Lukas 10:38-42, Martabat Perempuan, dan Perempuan di Kampung Mbohang. |
| Subjects: | 200 – Agama > 220 Alkitab > 225 Perjanjian Baru 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 305 Kelompok-kelompok sosial |
| Divisions: | 75101 Filsafat |
| Depositing User: | Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo |
| Date Deposited: | 07 Sep 2026 01:24 |
| Last Modified: | 07 Sep 2026 01:24 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4416 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
