Perbandingan Makna Perjanjian Tura Jaji dalam Masyarakat Rowa dan Rawe dengan Perjanjian Yakub dan Laban (Kejadian 31:43-55) serta Implikasi Pastoralnya

WAWO, Gerardus Mayella (2026) Perbandingan Makna Perjanjian Tura Jaji dalam Masyarakat Rowa dan Rawe dengan Perjanjian Yakub dan Laban (Kejadian 31:43-55) serta Implikasi Pastoralnya. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (730kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (308kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (423kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (381kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (369kB)
[img] Text
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (276kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) untuk menganalisis perbandingan antara perjanjian Tura Jaji dalam masyarakat Rowa dan Rawe dengan perjanjian Yakub dan Laban dalam Kejadian 31:43-55. (2) untuk mengkaji implikasi pastoralnya. Metode penelitian yang digunakan dalam karya tulis ini adalah deskriptif kualitatif yang dibagi ke dalam dua bagian. Pertama, metode penelitian lapangan sebagai sumber data utama yang diperoleh melalui teknik wawancara dengan informan yang memahami praktik Tura Jaji dalam masyarakat Rowa dan Rawe. Kedua, metode kepustakaan sebagai sumber data sekunder yang diperoleh dari berbagai literatur yang relevan, baik berupa buku, jurnal ilmiah, maupun dokumen terkait. Objek penelitian ini adalah konsep perjanjian Tura Jaji dalam masyarakat adat Rowa dan Rawe serta perjanjian antara Yakub dan Laban dalam Kitab Kejadian 31:43–55. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat sejumlah persamaan mendasar antara kedua bentuk perjanjian tersebut, antara lain latar belakang konflik sebagai dasar terbentuknya perjanjian, kehadiran unsur Ilahi sebagai saksi, penggunaan simbol simbol konkret, serta penetapan batas relasi sebagai sarana menjaga perdamaian. Di samping itu, ditemukan pula perbedaan yang signifikan, terutama dalam pemahaman tentang Yang Ilahi, lingkup sosial perjanjian, serta bentuk ritual yang menyertainya. Lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa perjanjian Yakub dan Laban memiliki makna teologis yang dapat memperkaya pemahaman terhadap praktik Tura Jaji, khususnya dalam hal rekonsiliasi, tanggung jawab moral, pentingnya batas dalam relasi sosial, serta nilai persaudaraan. Dengan demikian, tradisi Tura Jaji dapat dipahami sebagai kearifan lokal yang mengandung nilai-nilai luhur yang selaras dengan iman Kristiani dan dapat diperdalam melalui pendekatan inkulturasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian teologi kontekstual serta memperkaya pemahaman mengenai relasi antara iman dan budaya dalam kehidupan masyarakat.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Tura Jaji, Perjanjian, Yakub dan Laban, Rekonsiliasi, Teologi Kontekstual
Subjects: 200 – Agama > 220 Alkitab > 221 Perjanjian Lama (Tanakh)
300 – Ilmu Sosial > 390 Adat istiadat, etiket, dan cerita rakyat > 392 Adat istiadat setempat
Divisions: 75101 Filsafat
Depositing User: Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo
Date Deposited: 04 Sep 2026 01:24
Last Modified: 04 Sep 2026 01:24
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4410

Actions (login required)

View Item View Item