Arsitektur Gereja di Keuskupan Maumere sebagai ruang Pengalaman Estetis: Kajian atas Estetika Immanuel Kant

NUKA, Ewaldus (2026) Arsitektur Gereja di Keuskupan Maumere sebagai ruang Pengalaman Estetis: Kajian atas Estetika Immanuel Kant. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (546kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (233kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (277kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (263kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (312kB)
[img] Text
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (5MB)

Abstract

Skripsi ini membahas arsitektur gedung gereja di Keuskupan Maumere dalam kaitannya dengan pengalaman akan keindahan berdasarkan perspektif estetika Immanuel Kant. Arsitektur gereja tidak hanya dipahami sebagai ruang liturgis, tetapi juga sebagai ruang estetis mampu menghadirkan pengalaman keindahan bagi umat, di mana perpaduan antara fungsi religius dan nilai estetis mempengaruhi pengalaman batin manusia. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana arsitektur gereja di Keuskupan Maumere menghadirkan pengalaman keindahan serta bagaimana pengalaman tersebut dapat dipahami dalam terang pemikiran estetika Immanuel Kant. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan deskriptif analitis melalui pengolahan berbagai sumber literatur yang relevan dengan estetika Kant, arsitektur, dan teologi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa arsitektur gereja di Keuskupan Maumere memiliki pengalaman estetis yang sangat unik dalam kajian estetika Kant. Unsur-unsur seperti tata ruang, harmoni bentuk, pencahayaan, dan ornamen tidak hanya berfungsi secara struktural, tetapi juga memiliki nilai estetis yang mampu membangkitkan pengalaman keindahan yang bersifat reflektif. Dalam perspektif Kant, pengalaman tersebut dapat dipahami sebagai disinterested pleasure, yaitu pengalaman keindahan yang bebas dari kepentingan, namun memiliki klaim universalitas. Selain itu, pengalaman akan keindahan dalam arsitektur gereja juga memperlihatkan dimensi yang luhur (sublime), terutama dalam perjumpaan umat dengan ruang yang megah dan sakral. Lebih lanjut, penelitian ini juga menegaskan bahwa pengalaman estetis dalam arsitektur gereja tidak hanya bersifat individual, tetapi memiliki dimensi intersubjektif yang memungkinkan terjadinya kesepahaman bersama mengenai keindahan. Hal ini menunjukkan bahwa arsitektur gereja mampu menjadi medium yang menjembatani pengalaman pribadi dan pengalaman bersama umat, sehingga memperkuat rasa kebersamaan, kekhusyukan, dan keterarahan pada yang transenden. Dengan demikian, arsitektur gereja tidak hanya memiliki nilai estetis, tetapi juga berperan dalam membentuk pengalaman eksistensial manusia. Oleh karena itu, arsitektur gereja perlu dipahami tidak hanya sebagai bangunan fisik, tetapi sebagai ruang yang mengandung makna estetis dan reflektif yang mendalam.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Arsitektur Gereja, Keindahan, Estetika Kant, Keuskupan Maumere.
Subjects: 100 - Filsafat dan Psikologi > 100 Filsafat > 101 Teori filsafat
Divisions: 75101 Filsafat
Depositing User: Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo
Date Deposited: 02 Sep 2026 00:23
Last Modified: 02 Sep 2026 00:23
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4401

Actions (login required)

View Item View Item