SE, Eduardus Dedi Sae (2026) Menelisik Makna Syukur Dalam Ritus Nggua Ka Uwi Masyarakat Rajawawo Desa Rapowawo Dalam Perbandingannya Dengan Makna Syukur Hari Raya Pondok Daun Dalam Imamat 23: 33-44. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (299kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (455kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (465kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (323kB) |
|
|
Text
BAB V-LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menemukan dan mendalami makna syukur dalam ritus Nggua Ka Uwi masyarakat Rajawawo dalam perbandingannya dengan makna syukur dalam Hari Raya Pondok Daun. Penulis juga menelaah persamaan dan perbedaan dalam tradisi masyarakat Rajawawo dan bangsa Israel serta kedua perayaan syukurnya. Metode dalam penelitian dan penulis skripsi ini adalah metode kualitatif untuk pengumpulan data dan studi kepustakaan, dengan mencari dan mendalami serta menganalisis sumber-sumber yang berhubungan dengan tema tulisan ini. Sumber-sumber tersebut di antaranya, buku, jurnal, artikel-artikel ilmiah, dokumen-dokumen Gereja serta beberapa sumber wawancara. Berdasarkan hasil analisis atas sumber-sumber tersebut di atas, penulis menarik suatu benang merah sebagai kesimpulan, bahwa praktik agama tradisional Nggua Ka Uwi memiliki resonansi spiritual yang kuat dengan Hari Raya Pondok Daun dalam tradisi biblika, yakni dalam hal esensi syukur atas penyelenggaraan Ilahi (Providentia Dei). Penelitian ini membuktikan bahwa ritual lokal tersebut bukan merupakan praktek penyembahan berhala, melainkan sebuah Semina Verbi (benih-benih sabda) yang mengungkapkan kerinduan kodrati manusia kepada Sang Pencipta melalui hasil bumi. Meskipun terdapat perbedaan di antara kedua tradisi ini, seperti layar belakang budaya, aspek historisitas, kedua tradisi ini bertemu pada dimensi “bulan ketujuh” sebagai waktu sakral dan puncak panen. Penulis menyimpulkan bahwa segala bentuk kurban darah dalam tradisi masyarakat Rajawawo kini telah menemukan penyempurnaan maknanya dalam Kurban Darah Kristus. Sebagai langkah praktis, penulis mengusulkan penguatan katekese inkulturasi di Paroki St. Maria Bunda Karmel Rajawawo, salah satunya melalui integrasi perayaannya Ekaristi ke dalam ritus Nggua Ka Uwi. Dengan demikian iman Katolik tidak menghapuskan jati diri budaya Rajawawo, tetapi memurnikan dan mengangkatnya ke dalam dimensi keselamatan Kristiani yang lebih sempurna.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ritus, Nggua Ka Uwi, Hari Raya Pondok Daun, Syukur, Kurban dan Inkulturasi. |
| Subjects: | 200 – Agama > 220 Alkitab > 221 Perjanjian Lama (Tanakh) 300 – Ilmu Sosial > 390 Adat istiadat, etiket, dan cerita rakyat > 392 Adat istiadat setempat |
| Divisions: | 75101 Filsafat |
| Depositing User: | Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo |
| Date Deposited: | 01 Sep 2026 23:45 |
| Last Modified: | 01 Sep 2026 23:45 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4400 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
