TANDANG, Alfonsius (2026) Merekonstruksi Cara Pandang Antroposentris Ekstrem melalui Ruang Publik Jürgen Habermas. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (789kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (454kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (502kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (535kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (564kB) |
|
|
Text
BAB V - DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (370kB) |
Abstract
Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk menganalisis akar krisis lingkungan hidup yang kian mengkhawatirkan. Selain itu, karya ilmiah ini juga mencoba mengatasi krisis tersebut dengan menawarkan ruang publik Jürgen Habermas sebagai wadah partisipasi, yang memungkinkan pertentangan dan pertautan berbagai cara pandang, yang bertujuan untuk mencapai kesepemahaman. Kesepemahaman ini diwujudnyatakan dalam tindakan bersama yang pro lingkungan hidup. Untuk mencapai maksud tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi dan analisis kepustakaan. Penulis mencari berbagai sumber tertulis yang relevan dengan tema yang dibahas dalam karya ini. Selanjutnya, penulis akan menganalisis berbagai sumber tersebut untuk mendapatkan pemahaman yang komperehensif. Krisis lingkungan hidup dewasa ini bertitik tolak dari cara pandang antroposentris ekstrem yang mengakar dalam kehidupan bersama. Cara pandang ini menempatkan manusia sebagai pusat dari berbagai pertimbangan dan penilaian. Konsekuensi dari cara pandang tersebut adalah pengabaian entitas non manusia dalam berbagai pertimbangan, sehingga entitas non-manusia hanya dilihat sekadar sebagai alat pemenuhan kebutuhan manusia semata. Karena itu, perubahan cara pandang antroposentris ekstrem menjadi tuntutan di tengah krisis yang kompleks. Dalam hal ini, penulis berpendapat bahwa pemikiran Jürgen Habermas tentang ruang publik dapat menjadi wadah yang dapat menjembatani berbagai cara pandang untuk merevitalisasi cara pandang antroposentris ekstrem. Dalam ruang publik tersebut, semua orang dapat berpartisipasi secara setara dan bebas dari berbagai tekanan. Habermas mengungkapkan bahwa ruang publik tersebut harus bersifat inklusif, bebas dominasi, dan setara. Selain itu, diskursus dalam ruang publik juga didasarkan pada rasionalitas komunikatif. Rasionalitas komunikatif tersebut mengarahkan diskursus agar memungkinkan kesepemahaman dalam diskusi. Kesepemahaman ini memungkinkan semua orang mengambil bagian dalam tindakan bersama yang didasarkan pada kesepemahaman dalam ruang publik. Dalam konteks krisis lingkungan hidup, perubahan cara pandang antroposentris ekstrem bukan sekedar perubahan secara konseptual semata, melainkan juga mengarah kepada perubahan cara berperilaku.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Antroposentrisme, Ruang Publik, Habermas, Ekologi. |
| Subjects: | 100 - Filsafat dan Psikologi > 100 Filsafat > 101 Teori filsafat |
| Divisions: | 75101 Filsafat |
| Depositing User: | Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 02:40 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 02:40 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4358 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
