BIN, Januario Armando (2026) Penggunaan Bahasa Bali dalam Perayaan Ekaristi dan Pengaruhnya terhadap Perkembangan Iman Umat Paroki Hati Kudus Yesus Palasari. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.
|
Text
JANUARIO ARMANDO BIN_Abstrak.pdf Download (67kB) |
Abstract
Tulisan ini mengkaji penggunaan bahasa Bali dalam Perayaan Ekaristi serta pengaruhnya terhadap perkembangan iman umat Paroki Hati Kudus Yesus Palasari. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kesadaran akan pentingnya inkulturasi dalam liturgi Gereja Katolik, khususnya dalam konteks masyarakat yang memiliki kekayaan budaya lokal seperti Bali. Di satu sisi, liturgi merupakan perayaan iman yang bersifat universal, tetapi di sisi lain, liturgi juga perlu dihayati secara kontekstual agar dapat dipahami dan dialami secara lebih mendalam oleh umat. Dalam konteks ini, bahasa sebagai medium utama dalam liturgi memiliki peran strategis dalam menjembatani misteri iman dengan pengalaman hidup umat. Namun, penggunaan bahasa lokal dalam liturgi juga menghadirkan dinamika tersendiri, baik dalam hal pemahaman, partisipasi, maupun penghayatan iman umat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dalam Perayaan Ekaristi berbahasa Bali, wawancara semi-terstruktur dengan pastor paroki, pelayan liturgi, dan umat, serta penyebaran kuesioner untuk memperoleh gambaran umum mengenai persepsi umat. Penelitian ini juga didukung oleh studi kepustakaan terhadap dokumen Gereja, buku teologi, dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan inkulturasi liturgi, bahasa, dan perkembangan iman. Data yang diperoleh dianalisis secara tematik untuk melihat hubungan antara penggunaan bahasa Bali, partisipasi umat, dan perkembangan iman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Bali dalam Perayaan Ekaristi memberikan kontribusi positif terhadap pemahaman umat terhadap teks liturgi, serta mendorong keterlibatan yang lebih aktif, sadar, dan penuh dalam perayaan. Bahasa Bali memungkinkan umat untuk menghayati liturgi secara lebih kontekstual karena sesuai dengan dunia makna dan pengalaman hidup mereka. Hal ini tampak dalam meningkatnya partisipasi umat, baik dalam bentuk tanggapan liturgis, nyanyian, maupun keterlibatan batin dalam doa. Selain itu, penggunaan bahasa Bali juga membantu umat mengalami liturgi sebagai ruang yang lebih personal dan komunikatif, sehingga memperdalam pengalaman iman mereka. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan, seperti perbedaan tingkat penguasaan bahasa Bali di antara umat, terutama pada generasi muda, yang dapat memengaruhi tingkat pemahaman dan partisipasi mereka dalam liturgi. Analisis penelitian menunjukkan bahwa bahasa dalam liturgi tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai medium pembentukan iman. Bahasa membentuk cara umat memahami, mengalami, dan menghayati misteri iman melalui integrasi antara pemahaman, pengalaman, dan partisipasi. Dengan demikian, penggunaan bahasa Bali dalam liturgi dapat dipahami sebagai bentuk inkulturasi yang tidak hanya memperkaya ekspresi liturgi, tetapi juga berkontribusi pada perkembangan iman umat. Penelitian ini menegaskan bahwa inkulturasi liturgi perlu terus dikembangkan secara bijaksana dengan tetap menjaga kesetiaan pada ajaran Gereja, sehingga liturgi dapat sungguh menjadi sumber dan puncak kehidupan iman umat dalam konteks budaya yang hidup.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Inkulturasi Liturgi, Bahasa Bali, Perayaan Ekaristi, Partisipasi Umat, Perkembangan Iman |
| Subjects: | 200 – Agama > 260 Teologi sosial dan gerejawi > 264 Ibadat umum |
| Divisions: | 75201 Ilmu Filsafat |
| Depositing User: | Maria Yosefina |
| Date Deposited: | 13 May 2026 01:04 |
| Last Modified: | 13 May 2026 01:04 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4181 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
