REYAAN, Moricius Owen (2026) Kasus Human Trafficking 17 Anak di Maumere dalam Perspektif Thomas Aquinas Tentang Teori Perbudakan. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.
|
Text
oricius Owen Reyaan_Abstrak.pdf Download (203kB) |
Abstract
Kasus perdagangan manusia yang melibatkan 17 anak di Maumere menjadi fokus utama dalam penulisan skripsi ini, dengan upaya analisis dari sudut pandang teori perbudakan menurut Thomas Aquinas. Latar belakang permasalahan didasarkan pada tingginya kasus human trafficking di Indonesia, terutama di Maumere, Nusa Tenggara Timur, di mana anak-anak kerap menjadi sasaran eksploitasi seksual, kerja paksa, serta tipu muslihat berupa pendidikan palsu. Rumusan masalah menyoroti pelanggaran human trafficking terhadap hierarki hukum Aquinas, sedangkan tujuan penelitian ialah mengungkap dampak etis dan moral beserta saran penanganan yang didasarkan pada pemikiran Thomistik. Secara teoritis, penelitian ini memperluas wawasan kriminologi melalui lensa filsafat Katolik, sementara secara praktis, ia memperkuat penegakan hukum di tingkat nasional maupun internasional. Tujuan penulisan skripsi ini adalah: pertama, untuk menggali dan mengungkapkan kasus human trafficking yang melibatkan 17 anak di Maumere sebagai tindakan kejahatan dalam perspektif Thomas Aquias tentang teori perbudakan. Kedua, untuk menjelaskan kasus human trafficking sebagai tindakan perbudakan modern yang terstruktur dan sulit untuk diatasi, serta menganalisisnya dalam hukum Thomas Aquinas dan undang-undang agar penegakan hukum dalam kasus human trafficking lebih ditegaskan dan diatasi dengan baik. Ketiga, untuk menghadirkan teori Thomas Aquinas tentang perbudakan sebagai kacamata filosofis dan teologi dalam merefleksikan kasus human trafficking serta mengaplikasikannya dalam kehidupan manusia yang dilandaskan pada prinsip moral dan etika. Metode penilitian dalam penulisan skripsi ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu menganalisis dan mengamati suatu fakta terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan politik di Maumere yang relevan terhadap topik penelitian, kemudian dianalisis dan disimpulkan melalui analisis dokumen dan studi pustaka, terkait kasus human trafficking 17 anak di Maumere , serta membangungunnya melalui teori Thomas Aquinas tentang perbudakan. Berikut ini merupakan beberapa temuan utama dalam penelitian ini yakni: Pertama, Perdagangan manusia diklasifikasikan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan karena praktiknya melanggar hak asasi manusia secara serius, mereduksi sesama manusia dari subjek moral menjadi objek komoditas seperti alat eksploitasi semata demi keuntungan pribadi atau kelompok, yang kini marak di Maumere Nusa Tenggara Timur akibat perspektif bisnis menguntungkan dengan sistem operasional yang professional dan terstruktur sehingga mengancam masyarakat. Tekanan ekonomi, keterbatasan pendidikan, akses kerja, dan jaringan kriminal, menyebabkan adanya rasa tidak berdaya sehigga mereka rela menyerahkan diri tanpa memedulikan implikasi jangka panjang. Fenomena ini diuraikan melalui sejarah, definisi, unsur, serta modus human trafficking seperti tahapan eksploitasi, perekrutan, dan bentuknya termasuk eksploitasi seksual serta perdagangan organ tubu, dengan faktor penyebab utama seperti kemiskinan dan kurangnya pendidikan yang menimbulkan dampak fisik dan psikologis serta sosial dan ekonomi bagi korban. Kedua, Teori perbudakan Thomas Aquinas berperan sebagai instrumen analisis utama untuk merefleksikan nilai-nilai kemanusiaan, melalui konsep hierarki hukumnya yang menghubungkan pemahaman perbudakan historis dengan realitas kontemporer. Secara prinsipil, perbudakan bertentangan dengan hukum alam yang menegaskan kesetaraan ontologis manusia sebagai makhluk rasional yang diciptakan menurut gambar Allah. Meskipun perbudakan dapat dibenarkan secara kondisional sebagai hukuman atas dosa atau konsekuensi perang yang sah, dengan pembedaan tegas antara perbudakan alamiah yang muncul dari ketidakmampuan bawaan individu mengelola diri sendiri dengan perbudakan hukum akibat penaklukan musuh dalam perang adil, namun status budak sebagai milik sah tuan tetap menjamin hak perlakuan manusiawi seperti pemberian makanan, pakaian, dan pendidikan agama, tanpa mengurangi martabat spiritualnya sebagai pribadi bebas di hadapan Tuhan, sehingga fondasi moral dan etisnya mengedepankan pelestarian dignitas manusia di atas praktik kejahatan yang semata-mata memuaskan nafsu duniawi. Kerangka ini diterapkan pada fenomena human trafficking dengan menguraikan sejarah, definisi, unsur-unsur, serta modus operandi termasuk tahapan eksploitasi, perekrutan, dan bentuk bentuk seperti eksploitasi seksual serta perdagangan organ tubuh yang didorong oleh faktor pendorong seperti kemiskinan, keterbatasan pendidikan, dan jaringan kriminal transnasional yang kuat, sehingga menimbulkan dampak multidimensi seperti dampak fisik dan psikologis serta sosial-ekonomi bagi korban, sebagaimana terilustrasi dalam kasus 17 anak di Maumere yang direkrut melalui janji kerja palsu dan kemudian dieksploitasi secara paksa, dengan rekomendasi penanggulangan berbasis instrumen hukum internasional (Protokol Palermo PBB) dan nasional (UU No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang). Ketiga, Penelitian ini membuktikan bahwa kasus perdagangan manusia yang melibatkan 17 anak di Maumere pada hakikatnya merupakan manifestasi perbudakan modern yang sepenuhnya bertolak belakang dengan ajaran Thomas Aquinas yang dirumuskan dalam teori perbudakan, karena kasus tersebut melanjutkan pola perbudakan tradisional secara kontemporer, di mana kebebasan individu, khususnya anak-anak yang rentan, dirampas secara total, pelaku memaksa mereka dan dijadikan sekadar alat produksi atau tenaga kerja paksa demi kepentingan eksploitasi ekonomi atau seksual oleh para pelaku, serta merendahkan martabat kemanusiaan mereka menjadi objek semata untuk memuaskan nafsu atau keuntungan tanpa menghargai dignitas inheren sebagai makhluk rasional yang memiliki tujuan hidup mulia, sebagaimana Aquinas tekankan dalam pemikirannya tentang hakikat manusia sebagai ciptaan Tuhan yang bebas, berakal budi, dan ditakdirkan untuk mencapai kebaikan tertinggi melalui keadilan serta kasih sayang, sehingga praktik semacam ini bukan hanya pelanggaran hukum tapi juga penghujatan terhadap esensi kemanusiaan yang suci. Oleh karena itu, rekomendasi yang dirumuskan secara normatif mencakup: penguatan paradigma pendidikan hukum yang berakar pada etika Thomistik, yaitu fondasi moral Thomas Aquinas yang menekankan dignitas manusia sebagai makhluk rasional dan tujuan teleologis kehidupan. Membentuk kesadaran kolektif terhadap kejahatan struktural seperti perbudakan modern yang dilengkapi dengan program rehabilitasi komprehensif holistik bagi korban, yang tidak hanya menangani trauma psikis dan fisik tetapi juga restorasi otonomi eksistensial serta reintegrasi sosial ekonomi mereka, serta pembangunan kerangka kolaborasi lintas lembaga yang adaptif dan berkelanjutan, melibatkan sinergi antara aparat penegak hukum, organisasi masyarakat sipil, institusi pendidikan, dan pemangku kepentingan internasional guna mengimplementasikan mekanisme pencegahan proaktif berbasis bukti empiris. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi substansial dan paradigmatik terhadap diskursus kriminologi moral dalam mengintegrasikan perspektif etis-teologis dengan analisis kriminogenik (Faktor pemicu) serta merumuskan strategi inovatif pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Indonesia, dengan implikasi teoritis yang memperkaya pemahaman tentang interseksi (persilangan) antara hak asasi manusia, keadilan restoratif, dan kebijakan publik dalam konteks pasca-kolonial (negara bekas jajahan) serta globalisasi yang rentan terhadap eksploitasi struktural.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perdagangan Manusia, Thomas Aquinas, Perbudakan Modern, Martabat Manusia |
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 348 Undang-undang, hukum, regulasi dan kasus |
| Divisions: | 75201 Ilmu Filsafat |
| Depositing User: | Maria Yosefina |
| Date Deposited: | 12 May 2026 03:00 |
| Last Modified: | 12 May 2026 03:00 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4179 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
