REY, Bernadino Realino (2026) Kajian Filosofis Pembangunan dan Pengembangan Energi Geotermal PLTP Mataloko dari Perspektif Teori Keadilan John Rawls. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.
|
Text
REPOSITORY PERPUSTAKAAN ABSTRAK BERNADINO REALINO REY 22.75.7270.pdf Download (104kB) |
Abstract
Tujuan utama penulisan skripsi ini ialah untuk menyajikan perspektif filosofis-etis dengan menempatkan teori keadilan John B. Rawls sebagai pisau bedah teoretis dalam membaca konteks pembangunan dan pengembangan proyek geotermal PLTP Mataloko Desa Ulubelu, Kabupaten Ngada. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif, deskriptif, dan interpretatif atas teks dari literatur-literatur yang sesuai dengan tema penulisan serta wawancara langsung terhadap sejumlah narasumber di lapangan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan studi pustaka. Metode penelitian ditempuh dengan tahapan berikut: penulis mencari dan membaca berbagai literatur yang dibutuhkan sesuai dengan tema yang diulas oleh penulis dalam tulisan ini seperti sejumlah buku, e-book, jurnal, dokumen, kamus dan artikel-artikel yang didapatkan dari perpustakaan dan internet. Berdasarkan kajian filosofis atas konsep Rawls dalam justice as fairness terhadap pembangunan dan pengembangan proyek geotermal PLTP Mataloko, penulis menyimpulkan bahwa: (1) Terdapat beberapa aspek yang membentuk pemikiran justice as fairness, seperti konteks keadilan prosedural murni, wacana original position, veil of ignorance, strategi minimum, prinsip kebebasan dasar yang setara, serta prinsip kesempatan yang adil dan prinsip perbedaan. (2) Bangunan pemikiran ini diiplementasikan dalam dua bagian besar. Bagian pertama adalah tahap awal pembangunan. Hasilnya tercermin pada minimnya transparansi dan partisipasi masyarakat dalam merumuskan kebijakan pembangunan proyek yang serentak menjustifikasi ketidakmampuan memenuhi prinsip kebebasan dasar yang setara, di mana masyarakat mempunyai hak dasar untuk memperoleh kepastian terkait pembangunan proyek tersebut. (3) Minimnya transparansi informasi dan partisipasi masyarakat menyentuh aspek fundamental dari justice as fairness yang menempatkan proses deliberasi dan kontrak sebagai legitimasi formil dalam merumuskan kebijakan publik. (4) Bagian kedua adalah tahap pasca pembangunan atau sekarang. Pembangunan PLTP Mataloko menjadi salah satu proyek strategis nasional. Beragam dampak dan krisis yang terjadi dalam ruang kehidupan masyarakat sekitar hendaknya dikompensasi secara etis. Hal ini tercermin dalam aneka pembangunan infrastruktur, pembukaan lapangan pekerjaan baru, dan program-program pemberdayaan secara sosial dan ekonomi yang mencerminkan implementasi praktis dari penerapan prinsip perbedaan dan kesempatan yang adil kepada masyarakat sebagai pihak yang menanggung beban paling besar dari pembangunan proyek tersebut. (5) Apakah proyek PLTP Mataloko adil secara Rawlsian? Hemat penulis, ia secara struktural tidak memenuhi standar keadilan Rawlsian, namun dalam kebijakan kompensasi etis pasca Pembangunan ia sangatlah adil.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | philosophical-ethical, John B. Rawls, justice, justice as fairness, Mataloko Geothermal Power Plant project, deliberation, transparency, participation |
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 360 Permasalahan dan kesejahteraan sosial > 363 Masalah dan layanan, kesejahteraan sosial lainnya |
| Divisions: | 75201 Ilmu Filsafat |
| Depositing User: | Maria Yosefina |
| Date Deposited: | 06 May 2026 02:20 |
| Last Modified: | 06 May 2026 02:20 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4151 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
