PUTRA, Perseverando Giano Happy (2026) Kritik Sosial dalam Lirik Lagu “Déré Sua Sebu” Karya Rensi Ambang Ditinjau Dari Teori Semiotika Roland Barthes. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.
|
Text
Abstrak Skripsi_Perseverando Giano Happy Putra.pdf Download (177kB) |
Abstract
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan berbagai bentuk kritik sosial yang terdapat dalam lirik lagu “Déré Sua Sebu” karya Rensi Ambang. Kajian ini menerapkan teori semiotika Roland Barthes sebagai alat analisis untuk mengupas makna mendalam serta merefleksikan realitas sosial terkait dampak perubahan zaman terhadap tatanan kehidupan budaya masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka yang mendalam. Proses penelitian dilakukan secara sistematis dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan mengkaji berbagai sumber referensi, meliputi buku-buku teoretis mengenai semiotika, jurnal ilmiah, tulisan akademis, serta kepustakaan lainnya baik cetak maupun digital. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara bertahap untuk menelaah setiap unsur bahasa, simbol, dan makna yang terdapat dalam teks lagu, sehingga diperoleh pemahaman yang utuh dan analisis yang tepat guna sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu ini merupakan sebuah teks budaya yang secara tajam membongkar mitos modernisasi di tengah masyarakat Manggarai. Melalui pembedahan makna denotasi, konotasi, dan mitos, terungkap bagaimana narasi tentang “kemajuan” dan “perubahan zaman” yang dianggap alamiah justru secara halus mengikis nilai-nilai luhur dan identitas asli. Oleh karena itu, melalui analisis semiotika Roland Barthes, lagu ini memberikan kritik yang tajam dan menyentuh terhadap berbagai fenomena sosial terutama yang terjadi pada generasi muda dan orang-orang Manggarai. Kritik tersebut meliputi beberapa poin utama, yakni kritik atas tergerusnya nilai-nilai kultural dan norma kesopanan, kritik terhadap melemahnya kohesi sosial serta ikatan persatuan dan kekeluargaan, kritik terhadap memudarnya budaya musyawarah dalam menyelesaikan masalah, kritik terhadap kekuatan destruktif yang merusak hubungan harmonis antar manusia, hingga kritik terhadap lemahnya penghayatan akan dimensi spiritual dan warisan budaya leluhur. Dengan demikian, lagu “Déré Sua Sebu” hadir bukan hanya sebagai karya seni, melainkan sebagai media yang berfungsi menggugah kesadaran kritis masyarakat. Lagu ini secara jelas mengkritik bagaimana generasi muda Manggarai perlahan-lahan mulai tercerabut dari akar budayanya sendiri, kehilangan jati diri, dan tergerus oleh arus modernisasi yang tanpa disadari menghancurkan fondasi nilai-nilai luhur yang seharusnya dijaga dan dilestarikan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kritik Sosial, Semiotika Roland Barthes, Mitos Modernisasi, Lirik Lagu “Déré Sua Sebu” |
| Subjects: | 700 - Seni dan Rekreasi > 700 Seni, seni rupa, kesenian > 701 Filsafat kesenian dan keanekaragaman karya seni 700 - Seni dan Rekreasi > 780 Musik > 780 Musik |
| Divisions: | 75201 Ilmu Filsafat |
| Depositing User: | Maria Mercyana Lenung |
| Date Deposited: | 06 May 2026 02:35 |
| Last Modified: | 06 May 2026 02:35 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4145 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
