Proyek Geotermal Poco Leok Manggarai dalam Perspektif Politik Pembangunan Peter L. Berger .

METTA, Oktavianus Edward (2026) Proyek Geotermal Poco Leok Manggarai dalam Perspektif Politik Pembangunan Peter L. Berger . Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.

[img] Text
OKTAVIANUS_EDWARD_METTA.pdf

Download (253kB)

Abstract

Skripsi ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menjelaskan tentang rencana proyek geotermal di wilayah Poco Leok, Kabupaten Manggarai; (2) mendeskripsikan pelbagai persoalan dalam rencana pengembangan proyek tersebut; dan (3) menganalisis rencana proyek ini dari perspektif politik pembangunan Peter L. Berger. Metode yang dipakai dalam proses penulisan karya ilmiah ini adalah studi kepustakaan. Data-data atau informasi diperoleh dari buku-buku, jurnal, laporan resmi, manuskrip, dan media atau berita online. Berdasarkan hasil kajian dari studi ini, ditemukan bahwa rencana proyek geotermal Poco Leok telah menimbulkan dinamika pro-kontra yang melibatkan pemerintah, masyarakat adat, akademisi, tokoh agama, dan kalangan mahasiswa. Hal ini dipicu oleh konstruksi realitas yang berbeda antara negara dan masyarakat adat. Negara dengan logika modernitasnya menegaskan bahwa proyek geotermal adalah bagian dari upaya transisi energi untuk mendukung penggunaan energi bersih dan ramah lingkungan, pemenuhan kapasitas listrik, pertumbuhan ekonomi, percepatan pembangunan, dan industrialisasi. Sebaliknya, masyarakat adat Poco Leok memaknai pembangunan geotermal sebagai bentuk ancaman terhadap keberlangsungan hidup mereka, alam, dan tatanan sosiokultural. Perbedaan cara pandang ini menimbulkan konflik tidak terelakkan antara pemerintah dan masyarakat adat. Selain itu, dalam praktiknya, proyek ini dipengaruhi oleh dua ideologi besar yang membawa mitos dalam pembangunan, yakni kapitalisme (mitos pertumbuhan)—hanya memprioritaskan capaian ekonomi dan peroleh profit bagi segelintir orang, sementara biaya-biaya manusiawi, sosiokultural, spiritual, dan ekologis, diabaikan begitu saja—dan sosialisme (mitos revolusi)—perumusan dan pengambilan kebijakan diambil ahli sepenuhnya oleh pihak pemerintah, serta terdapat penggunaan tindakan represif dalam pelaksanaannya. Kedua ideologi ini melegitimasi penderitaan dan pengorbanan masa kini sebagai bagian dari proses untuk mencapai kehidupan yang lebih baik di masa depan. Dengan demikian, proyek geotermal Poco Leok mencerminkan tantangan lama pola pembangunan Indonesia: dominasi negara, lemahnya partisipasi masyarakat, dan potensi ketidakadilan sosial-ekologis. Oleh karena itu, gagasan Berger tentang politik pembangunan memberikan kerangka analisis yang tajam untuk memaknai kasus proyek geotermal tersebut. Menurut Berger, orientasi pembangunan tidak boleh berpatokkan pada aspek ekonomi semata, tetapi mesti mempertimbangkan eksistensi dari aspek-aspek lain. Pembangunan proyek geotermal bukan hanya menyangkut persoalan teknis semata, tetapi lebih dari itu, melibatkan aspek makna, identitas, konstruksi realitas, ekologis, tanggung jawab etis-moral serta legitimasi antara negara dan masyarakat adat. Fokus utama yang ditekankan Berger ialah “biaya-biaya manusiawi” yang menjadi indikator paling utama dalam keberhasilan atau kegagalan suatu pembangunan. Sebab pada dasarnya, pembangunan bertujuan untuk membebaskan manusia dari penderitaan atau setidaknya meminimlkan penderitaan, bukan malah menjebak manusia dalam penderitaan. Karena itu, Berger menawarkan dua kriteria etis dalam kebijakan pembangunan, yakni kalkulus penderitaan¬¬¬¬ (fisik)—kerusakan ekologis, hilangnya tanah ulayat, kemiskinan, konflik horizontal, ketidakadilan, kemiskinan—dan kalkulus makna—mempertimbangkan secara serius sistem makna yang sudah berakar lama dalam kehidupan masyarakat, seperti nilai-nilai sosiokulutral dan spiritual. Oleh karena itu, studi ini menunjukkan bahwa pembangunan yang lebih manusiawi, dialogis, transparan, dan partisipatif sangat dibutuhkan agar kebijakan pembangunan tidak hanya menghasilkan kemajuan ekonomi semata, tetapi juga menjamin keadilan sosial, kesejahteraan bersama, kontinuitas lingkungan, serta hak-hak masyarakat lokal

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Proyek Geotermal, Poco Leok,Politik Pembangunan, Peter L. Berger, Kalkulus Penderitaan, Kalkulus Makna, Kapitalisme dan Sosialisme
Subjects: 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 304 Faktor yang mempengaruhi perilaku sosial
Divisions: 75201 Ilmu Filsafat
Depositing User: Maria Mercyana Lenung
Date Deposited: 06 May 2026 02:38
Last Modified: 06 May 2026 02:38
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4143

Actions (login required)

View Item View Item