REU, Yosep Hendrikus (2026) Konsep Eksistensi Dan Religiusitas Menurut Søren Kierkegaard: Relevansinya Dalam Mengatasi Krisis Identitas Pada Formasi Religius. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.
|
Text
ABSTRAK SKRIPSI Yosep Hendrikus Reu,.pdf Download (106kB) |
Abstract
Tujuan utama penulisan skripsi ini ialah untuk mengkaji secara filosofis konsep eksistensi dan religiusitas menurut Søren Kierkegaard serta menunjukkan relevansinya dalam mengatasi krisis identitas pada formasi religius dewasa ini. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan interpretatif melalui studi pustaka. Metode penelitian ditempuh dengan tahapan berikut: penulis mencari dan membaca berbagai literatur yang dibutuhkan sesuai dengan tema yang diulas oleh penulis dalam tulisan ini seperti sejumlah buku, e-book, jurnal, dokumen, kamus dan artikel-artikel yang didapatkan dari perpustakaan dan internet. Berdasarkan hasil analisis filosofis dan reflektif, disimpulkan bahwa: (1) Eksistensi manusia menurut Søren Kierkegaard merupakan suatu proses menjadi diri sendiri secara otentik melalui pilihan eksistensial yang bebas dan bertanggung jawab di hadapan Tuhan. (2) Perjalanan eksistensial manusia berlangsung melalui tiga tahap, yakni tahap estetis, etis, dan religius, yang menunjukkan perkembangan kesadaran diri dan kedalaman relasi dengan Tuhan. (3) Religiusitas sebagai tahap tertinggi menuntut keberanian individu untuk melampaui rasionalitas melalui lompatan iman dan membangun relasi personal dengan Tuhan. (4) Krisis identitas dalam formasi religius terjadi ketika individu gagal menghayati dinamika eksistensial tersebut secara utuh, sehingga mengalami keterasingan dari dirinya sendiri, dari sesama, dan dari Tuhan. (5) Konsep keputusasaan dalam pemikiran Søren Kierkegaard menjelaskan kondisi eksistensial manusia yang tidak menjadi dirinya sendiri, sedangkan kecemasan dipahami sebagai konsekuensi dari kebebasan yang tidak dihayati secara otentik. (6) Melalui lompatan iman, individu dimampukan untuk keluar dari keputusasaan, menerima dirinya secara utuh, dan meneguhkan identitas dirinya secara otentik di hadapan Tuhan. Dengan demikian, pemikiran Søren Kierkegaard memiliki relevansi yang signifikan dalam membantu individu dalam formasi religius untuk mengatasi krisis identitas dan menghayati panggilan hidupnya secara lebih sadar, mendalam, dan otentik.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Eksistensi, tahap eksistensial, religiusitas, krisis identitas, keputusasaan, iman, Søren Kierkegaard, formasi religius. |
| Subjects: | 100 - Filsafat dan Psikologi > 100 Filsafat > 101 Teori filsafat 200 – Agama > 250 Orde-orde keagamaan dan Gereja setempat > 251 Khotbah, Homiletika |
| Divisions: | 75201 Ilmu Filsafat |
| Depositing User: | Maria Mercyana Lenung |
| Date Deposited: | 06 May 2026 02:39 |
| Last Modified: | 06 May 2026 02:39 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4142 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
