BEKU, Yohanes Wilson (2026) Perempuan dalam Film Woman from Rote Island: Rekonstruksi Konsep Keadilan Gender dalam Terang Dokumen Fratelli Tutti. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.
|
Text
ABSTRAKSI SKRIPSI YOHANES WILSON BEKU.pdf Download (175kB) |
Abstract
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan sosok perempuan dalam film Woman from Rote Island beserta segala bentuk penindasan dan kekerasan; (2) menjelaskan isi pokok ensiklik Fratelli Tutti serta konsep dasar tentang keadilan gender; (3) merekonstruksi keadilan gender menggunakan ajaran Fratelli Tutti atas ketidakadilan dan penindasan terhadap kaum perempuan. Metode yang diaplikasikan dalam penulisan skripsi ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan. Penulis menyoalkan tindakan kekerasan beserta penindasan yang ditampilkan dalam sebuah film dan meramunya menggunakan bacaan dari buku-buku, jurnal-jurnal, artikel-artikel, serta berbagai manuskrip lainnya yang berkaitan erat dengan ensiklik Fratelli Tutti dan keadilan gender. Dehumanisasi dalam bentuk perang, penindasan, kekerasan, genosida, perebutan hak hidup orang, ketidakpedulian terhadap penderitaan manusia lain, termasuk penguasaan dan pengendalian terhadap kaum perempuan semakin mereduksi martabat manusia sebagai Imago Dei atau citra Allah yang berharga. Dalam film Woman from Rote Island budaya patriarki ditonjolkan sebagai sistem dan praktik kehidupan masyarakat lokal yang secara dominan sangat eksklusif memperlakukan kaum perempuan. Langgengnya kekuasaan kaum laki laki terhadap kaum perempuan tersebut mengakibatkan penderitaan berlapis bagi mereka dalam berbagai aspek kehidupan. Situasi tersebut semakin diperparah oleh lemahnya supremasi hukum di daerah-daerah terpencil. Kepekaan Paus Fransiskus terhadap berbagai persoalan kemanusiaan yang masih terus terjadi di atas bumi melahirkan inisiatifnya untuk menyuarakan pentingnya martabat manusia untuk dihargai dan diselamatkan lewat ensiklik tersebut. Ensiklik Fratelli Tutti menghadirkan kembali rasa kemanusiaan yang akhir-akhir ini tergerus oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cenderung apatis dan egois terhadap manusia lain.. Ketidakadilan gender yang melekat dalam kehidupan bersama ini memang memerlukan kontribusi yang valid dari pihak berwajib termasuk institusi moral yaitu agama. Bertolak dari persoalan tersebut Paus Fransiskus dalam Ensiklik Fratelli Tutti mengemukakan beberapa sumbangan refleksi moral sebagai berikut: (1) penghargaan dan penghormatan terhadap hak hidup manusia lain termasuk kaum perempuan adalah bentuk kesadaran asali manusia, (2) segala tindakan manusia yang berlandaskan pada kasih akan menciptakan atmosfer persaudaraan yang mapan, (3) perjumpaan dan dialog secara intensif dengan mengutamakan empati akan menumbuhkan rasa memiliki antara individu serta kelompok, (4) kesetaraan dan keadilan gender akan tercapai melalui pemberdayaan bersama. Jadi, dapat disimpulkan bahwa dalam usaha meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan gender Ensiklik Fratelli Tutti dapat menjadi sumbangsih panduan moral yang cukup komprehensif.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Keadilan gender, Patriarki, Fratelli Tutti, Rekonstruksi. |
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 304 Faktor yang mempengaruhi perilaku sosial |
| Divisions: | 75201 Ilmu Filsafat |
| Depositing User: | Maria Mercyana Lenung |
| Date Deposited: | 13 May 2026 04:55 |
| Last Modified: | 13 May 2026 04:55 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4106 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
