TANGUS, Yohanes (2026) Signifikansi Konsep Individuasi Carl Gustav Jung bagi Internalisasi Karisma Ordo Karmel dalam Proses Formasi Para Karmelit. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.
|
Text
Yohanes Tangus_ABSTRAK.pdf Download (378kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan signifikansi konsep individuasi Carl Gustav Jung bagi internalisasi karisma Ordo Karmel dalam proses formasi para karmelit di Biara Karmel Beato Dionisius Wairklau. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma fenomenologi. Melalui pendekatan ini peneliti menggali pengalaman para karmelit dalam menginternalisasi karisma Ordo Karmel selama menjalani proses formasi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa para karmelit mengalami berbagai jenis konflik kepribadian dalam proses formasi, seperti frustasi, stres, krisis kepercayaan, egoisme, represi dan proyeksi kelemahan-kelemahan diri, arogansi intelektual dan fragmentasi diri. Konflik-konflik ini secara langsung menghambat para karmelit untuk menginternalisasi karisma Ordo Karmel secara efektif melalui pelaksanaan aturan hidup harian di dalam biara. Ditilik dari konsep individuasi Carl Gustav Jung, konflik-konflik kepribadian yang dialami oleh para karmelit merupakan representasi dari konfrontasi psikis yang terjadi di dalam alam bawah sadar. Konflik-konflik tersebut teridentifikasi dalam empat fase individuasi yakni penemuan persona, berdialog dengan shadow, berelasi dengan anima dan animus dan aktualisasi diri. Fase penemuan persona menempatkan konflik psikis para karmelit sebagai konsekuensi dari kecenderungan untuk mengidentifikasi diri dengan persepsi dan perilaku hasil kompromi dengan tuntutan normatif di dalam biara. Fase berdialog dengan shadow memperlihatkan kecenderungan para karmelit untuk merepresi dan memproyeksikan kelemahan-kelemahan diri. Fase berelasi dengan anima menunjukkan dominasi sifat-sifat destruktif feminim pada kepribadian para karmelit. Fase aktualisasi diri mencerminkan transformasi diri para karmelit dalam proses formasi. Dengan menganalisis konflik kepribadian para karmelit dalam empat fase individuasi, maka penelitian ini hendak mengusulkan pentingnya penguatan disposisi kepribadian bawah sadar sebagai basis dari kapabilitas para karmelit untuk menginternalisasi karsima Ordo Karmel dalam proses formasi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Individuasi, Internalisasi, Karisma Ordo Karmel, Formasi, Persona, Shadow, Anima, Animus, Aktualisasi diri |
| Subjects: | 200 – Agama > 200 Agama > 200 Agama |
| Divisions: | 75201 Ilmu Filsafat |
| Depositing User: | Maria Mercyana Lenung |
| Date Deposited: | 13 May 2026 03:40 |
| Last Modified: | 13 May 2026 03:40 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4104 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
