JOSMALU, Patrisius Tonce (2026) Ritus Kesewiang Masyarakat Adat Lewat-Manggarai Barat dan Perbandingannya dengan Sakramen Tobat dalam Gereja Katolik. Undergraduate thesis, IFTK Ledalero.
|
Text
Skripsi Abstrak.pdf Download (177kB) |
Abstract
Penelitian ini memiliki beberapa tujuan. Yang pertama, untuk memperkenalkan Ritus Kesewiang masyarakat adat Lewat, Manggarai Barat. Yang kedua untuk menjelaskan Sakramen Tobat dalam Gereja Katolik. Yang ketiga untuk melihat perbandingan antara Ritus Kesewiang masyarakat adat Lewat dan Sakramen Tobat dalam Gereja Katolik. Untuk mencapai tujuan di atas, metode yang digunakan oleh penulis adalah pendekatan kualitatif. Dalam pendekatan kualitatif ini, penulis mencoba mendeskripsikan hasil temuan studi dengan penjelasan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah dengan melakukan studi lapangan, melalui metode wawancara terhadap informan-informan utama. Sementara untuk sumber sekunder, penulis mencoba untuk menganalisis sumber-sumber bacaan yang relevan melalui pembacaan terhadap buku, jurnal, kamus maupun terhadap dokumen-dokumen tertentu. Penulis kemudian mengkolaborasikan kedua sumber tersebut, sehingga dapat menghasilkan pemahaman terkait dengan Ritus Kesewiang dan Sakramen Tobat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Ritus Kesewiang masyarakat adat Lewat dan Sakramen Tobat dalam Gereja Katolik memiliki persamaan dan perbedaan. Kedua unsur kebudayaan ini dilihat sebagai sarana untuk membersihkan diri dari noda dosa. Persamaan antara Ritus Kesewiang dan Sakramen Tobat dalam Gereja Katolik dapat ditemukan dalam dimensi personal dan komunal dalam mekanisme upacara Ritus Kesewiang dan dalam tata perayaan Sakramen Tobat, dimensi religius dan ekologis, materi dan forma upacara, mekanisme upacara dan tata perayaan Sakramen Tobat, alasan di balik upacara dan dalam hubungannya dengan dosa. Sementara perbedaan antara Ritus Kesewiang dan Sakramen Tobat ditunjukkan dalam penerima pengakuan, pemimpin upacara, intensitas peran, ruang lingkup pelaksanaan upacara dan dalam kurban keselamatan. Selain persamaan dan perbedaan yang telah ditunjukkan, Ritus Kesewiang dan Sakramen Tobat juga memiliki makna yang perlu diperbandingkan. Setidaknya terdapat lima makna Ritus Kesewiang dan Sakramen Tobat yang diperbandingkan, yaitu pertobatan, ungkapan permohonan, penghargaan terhadap alam, mempererat tali persaudaraan dan penguatan identitas. Persamaan dan perbedaan yang telah ditunjukkan menunjukkan bahwa Ritus Kesewiang dan Sakramen Tobat dalam pelaksanaannya tidaklah bersifat opsional. Pelaksanaan Sakramen Tobat tidak menghilangkan Ritus Kesewiang dalam kehidupan masyarakat adat Lewat. Begitu pun sebaliknya.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ritus Kesewiang, Masyarakat Adat Lewat-Manggarai Barat, Sakramen Tobat |
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 306 Kultur, ilmu budaya, kebudayaan dan lembaga-lembaga, institusi |
| Divisions: | 75201 Ilmu Filsafat |
| Depositing User: | Maria Yosefina |
| Date Deposited: | 13 May 2026 03:28 |
| Last Modified: | 13 May 2026 03:28 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4091 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
