Membongkar Fenomena Relativisme Di Era Digital Dan Upaya Membangun Budaya Kebenaran Dalam Terang Ensilik Caritas In Veritate Paus Benediktus XVI

RASO, Selestianus Bhago (2026) Membongkar Fenomena Relativisme Di Era Digital Dan Upaya Membangun Budaya Kebenaran Dalam Terang Ensilik Caritas In Veritate Paus Benediktus XVI. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.

[img] Text
Selestianus Bhago Raso_ABSTRAK.pdf

Download (180kB)

Abstract

Penulisan skripsi ini bertujuan untuk (1) menganalisis fenomena relativisme yang terjadi dalam era digital dan (2) mengupayakan untuk membangun budaya kebenaran baru seturut ajaran Paus Benediktus XVI yang tertuang dalam ensilik Caritas in Veritate. Objek kajian dalam penulisan skripsi ini adalah fenomena relativisme dan budaya kebenaran. Metode yang digunakan ialah metode kajian atau analisis data sekunder. Penulis mengkaji dan mempelajari data-data tentang relativisme secara khusus yang terjadi di era digital dan budaya kebenaran seturut ajaran ensiklik Caritas in Veritate yang dikeluarkan oleh Paus Benediktus XVI dari pelbagai buku, jurnal ilmiah, dan artikel surat kabar atau majalah baik online maupun cetak dan memberi analisis atasnya. Berdasarkan hasil kajian penulis disimpulkan skripsi ini mengacu pada fakta bahwa kemajuan teknologi digital telah mengubah cara manusia memahami, menciptakan, dan mendistribusikan informasi. Dalam hal ini, relativisme bukan hanya sekadar pembahasan filosofis, tetapi telah menjadi kenyataan sosial yang nyata, terutama lewat media digital yang memungkinkan setiap individu untuk menentukan “kebenaran” sesuai dengan preferensi pribadi mereka. Hal ini menyebabkan munculnya krisis dalam otoritas kebenaran yang dicirikan oleh dominasi opini, penurunan verifikasi rasional, dan berkembangnya budaya post kebenaran. Analisis menunjukkan bahwa relativisme di zaman digital memiliki beberapa ciri utama, seperti penolakan terhadap kebenaran yang bersifat objektif, dominasi pandangan subjektif, serta dampak dari algoritma media sosial yang memperkuat ruang gema. Situasi ini menimbulkan kebingungan moral, polarisasi di masyarakat, dan berkurangnya tanggung jawab etis dalam komunikasi di ranah digital. Berdasarkan sudut pandang Caritas in Veritate, krisis ini berakar dari pemisahan antara kebenaran dengan kasih, serta antara iman dengan akal. Benediktus XVI menggarisbawahi bahwa kebenaran adalah landasan bagi kasih dan kehidupan sosial yang sejati, sehingga relativisme yang menolak kebenaran objektif dapat mengancam martabat manusia dan tatanan sosial. Sebagai upaya penyelesaian, skripsi ini menggarisbawahi pentingnya pembentukan budaya kebenaran yang berakar pada sintesis iman dan akal. Akal berfungsi untuk mengevaluasi dan memverifikasi informasi secara kritis, sementara iman memberikan arah moral dan spiritual menuju kesejahteraan bersama. Budaya kebenaran ini terwujud dalam sikap kritis terhadap informasi, tanggung jawab dalam komunikasi digital, serta komitmen untuk mengutamakan kejujuran dan integritas. Dengan cara ini, era digital tidak hanya menjadi arena penyebaran informasi, tetapi juga medan etis untuk memperkenalkan kebenaran yang sejalan dengan kasih.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: relativisme, kebenaran, era digital, ensiklik Caritas in Veritate, iman dan rasio
Subjects: 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 306 Kultur, ilmu budaya, kebudayaan dan lembaga-lembaga, institusi
Divisions: 75201 Ilmu Filsafat
Depositing User: Maria Yosefina
Date Deposited: 08 May 2026 01:01
Last Modified: 08 May 2026 01:01
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4064

Actions (login required)

View Item View Item