Makna Ritual Adat “Belo Buno” Dalam Terang Kitab Keluaran 24:1-11 dan Relevansinya Bagi Masyarakat Desa Lewoloba

HURINT, Yosef Adrianus Lado (2026) Makna Ritual Adat “Belo Buno” Dalam Terang Kitab Keluaran 24:1-11 dan Relevansinya Bagi Masyarakat Desa Lewoloba. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.

[img] Text
Yosef Adrianus Lado Hurint_ABSTRAK.pdf

Download (162kB)

Abstract

Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk (1) menjelaskan gambaran umum Kitab Keluaran dan upacara perjanjian antara Allah dan umat Israel dalam Keluaran 24:1-11 (2) mendeskripsikan ritual adat “Belo Buno” di Desa Lewoloba (3) mengkaji makna ritual adat “Belo Buno” dalam terang Kitab Keluaran 24:1-11 dan relevansinya bagi masyarakat Desa Lewoloba. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan dan metode penelitian lapangan. Dalam metode kepustakaan penulis mencari sumber berupa buku-buku, artikel, jurnal dan dokumen-dokumen lainnya yang menjelaskan tentang Kitab Keluaran dan makna ritual adat “Belo Buno”. Dan dalam metode penelitian lapangan penulis menggunakan teknik wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, makna ritual adat “Belo Buno” masyarakat Desa Lewoloba dalam terang Kitab Keluaran 24:1-11 menggambarkan ratifikasi perjanjian antara Allah dan umat Israel melalui persembahan korban, percikan darah dan perjamuan di hadirat Tuhan. Dengan menggunakan pendekatan teologi kontekstual, penelitian mengungkap simbolis paralel berupa: (1) konsep perjanjian dan komitmen mirip dengan kesepakatan dengan leluhur; (2) darah serta persembahan sebagai saksi pengudusan dan penebusan dosa; (3) kebersamaan sebagai persekutuan intim dengan Yang Ilahi; (4) kepemimpinan musyawarah; serta (5) perlindungan sejati dari ketaatan pada firman Allah. Meskipun terdapat perbedaan mendasar seperti hubungan komunal horizontal vs teosentris vertikal, wahyu tradisi lisan vs firman tertulis, serta tujuan keamanan fisik vs persekutuan abadi, Kitab Keluaran menyempurnakan ritual adat “Belo Buno” sebagai bayangan Ilahi. Relevansinya bagi masyarakat Desa Lewoloba terletak pada transformasi ritual menjadi jembatan iman dari permohonan kepada leluhur menjadi ibadah kepada Tuhan, guna memperkuat ketahanan rohani menghadapi krisis modern seperti konflik, penyakit, dan individualisme. Dengan demikian, ritual adat “Belo Buno” menjadi fondasi ketahanan komunal lestari di mana adat dan iman saling melengkapi dalam warisan budaya masyarakat lamaholot.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Ritual Adat “Belo Buno”, Kitab Keluaran 24:1-11, Perjanjian Ilahi, Teologi Kontekstual, Masyarakat Desa Lewoloba
Subjects: 200 – Agama > 220 Alkitab > 221 Perjanjian Lama (Tanakh)
300 – Ilmu Sosial > 390 Adat istiadat, etiket, dan cerita rakyat > 392 Adat istiadat setempat
Divisions: 75201 Ilmu Filsafat
Depositing User: Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo
Date Deposited: 06 May 2026 05:34
Last Modified: 06 May 2026 05:34
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4034

Actions (login required)

View Item View Item