Analisis Kritis terhadap Budaya Lonto Leok Orang Manggarai Berdasarkan Etika Diskursus Jurgen Habermas

JEMPARUS, Evaristus (2026) Analisis Kritis terhadap Budaya Lonto Leok Orang Manggarai Berdasarkan Etika Diskursus Jurgen Habermas. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.

[img] Text
Evaristus Jemparus_ABSTRAK.pdf

Download (290kB)

Abstract

Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk (1) menjelaskan pemikiran Jurgen Habermas mengenai etika diskursus beserta konsep-konsep dasarnya, (2) mendeskripsikan budaya lonto leok orang Manggarai sebagai praktik musyawarah adat yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat, serta (3) melakukan analisis kritis terhadap budaya lonto leok orang Manggarai berdasarkan etika diskursus Jurgen Habermas. Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah metode penelitian kepustakaan. Dalam hal ini, penulis mengkaji dan menganalisis berbagai sumber tertulis berupa buku, jurnal, dokumen, dan karya ilmiah yang relevan dengan tema etika diskursus Jürgen Habermas maupun budaya lonto leok orang Manggarai. Menurut Habermas, norma-norma sosial dan moral hanya dapat dianggap sah apabila dapat dipertanggungjawabkan secara rasional melalui proses diskursus yang bebas dari dominasi dan terbuka bagi semua pihak yang terdampak. Etika diskursus yang ia kembangkan bertumpu pada rasionalitas komunikatif, situasi ideal berbicara (ideale Sprechsituation), serta tiga klaim validitas: kebenaran, ketepatan normatif, dan kejujuran. Budaya lonto leok adalah tradisi musyawarah adat masyarakat Manggarai yang dilaksanakan di Mbaru Gendang melalui tiga tahap: caca (mengemukakan masalah), cica (membahas dan menimbang), dan congko (menyepakati keputusan). Analisis kritis dalam penelitian ini menemukan bahwa lonto leok memiliki dimensi-dimensi diskursif yang substantif: keterbukaan dan inklusivitas forum, struktur dialog yang terorganisasi, orientasi pada konsensus bukan suara terbanyak, serta nilai-nilai ca nai (satu hati) yang menjadi jiwa dari setiap proses musyawarah. Nilai-nilai ini secara mengejutkan senapas dengan prinsip-prinsip etika diskursus Habermas, membuktikan bahwa kearifan lokal Manggarai secara mandiri telah mengembangkan etika komunikasi yang bermartabat jauh sebelum konsep itu dirumuskan dalam tradisi filsafat Barat. Namun demikian, analisis kritis juga mengungkap sejumlah keterbatasan struktural yang tidak bisa diabaikan. Pertama, otoritas tu'a adat yang terlalu dominan berpotensi mengubah perannya dari fasilitator menjadi penentu, sehingga konsensus yang terbentuk lebih mencerminkan penilaian satu figur daripada hasil dialog yang bebas. Kedua, hierarki sosial yang mengakar membuat partisipasi tidak setara, terutama bagi perempuan dan generasi muda yang hadir secara fisik namun tidak memiliki ruang yang nyata untuk berbicara dan didengar. Ketiga, tradisi yang tidak dapat dipertanyakan sering kali hadir sebagai argumen penutup yang menghentikan diskusi sebelum waktunya. Keempat, konsensus yang tampak di permukaan kerap merupakan konsensus semu, yakni kepatuhan kolektif yang terbentuk karena tekanan sosial, bukan karena keyakinan yang bebas dan sadar dari semua pihak. Keterbatasan-keterbatasan ini bukan lahir dari keburukan niat, melainkan dari pembekuan yang perlahan terjadi ketika sebuah tradisi tidak lagi diberi ruang untuk direfleksikan secara kritis dari dalam. Lonto leok adalah sebuah diskursus yang belum selesai: ia lahir dari semangat yang benar dan memiliki nilai-nilai yang sangat berharga, tetapi membutuhkan transformasi agar menjadi forum yang lebih inklusif, lebih adil, dan lebih setia pada semangat aslinya sendiri.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Etika Diskursus, Jurgen Habermas, Lonto Leok, Masyarakat Manggarai, Rasionalitas Komunikatif, Konsensus, Partisipasi.
Subjects: 100 - Filsafat dan Psikologi > 100 Filsafat > 101 Teori filsafat
300 – Ilmu Sosial > 390 Adat istiadat, etiket, dan cerita rakyat > 392 Adat istiadat setempat
Divisions: 75201 Ilmu Filsafat
Depositing User: Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo
Date Deposited: 06 May 2026 05:34
Last Modified: 06 May 2026 05:34
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4033

Actions (login required)

View Item View Item