KOBO, Arnoldus Yansen (2026) Misa Metam Sebagai Tradisi Penghormatan Leluhur di Desa Fatusene-Timor Tengah Utara dan Kaitannya dengan Pemahaman Eskatologi Kristiani Tentang Kehidupan Setelah Kematian. Undergraduate thesis, IFTK LEDLALERO.
|
Text
(Arnoldus Yansen Kobo_ABSTRAK ).pdf Download (103kB) |
Abstract
Sebagai bangsa yang berbudaya, masyarakata Fatusene sejak keberadaaanya sudah terikat dengan ritus-ritus keagamaan tradisional. Ritus-ritus ini dilakukan sebagai upaya mereka untuk menjalin relasi dengan para leluhur dan Wujud Tertinggi. Masyarakat Fatusene yakin bahwa kematian tidak mengakhiri hidup manusia secara total, tetapi sebaliknya melalui kematian arwah mereka beralih ke kehidupan yang sebenarnya. Sekalipun telah beragama Katolik, praktik ritus korban masih loyal dijalankan masyarakat Fatusene. Salah satunya adalah misa metam. Oleh karena praktik ritus perjamuan ini memiliki beberapa unsur yang sama dengan Ekaristi maka sebagian besar masyarakat Fatusene seringkali berusaha menyamakan keduanya. Dalam kajian ini penulis mencoba membuat perbandingan antara ritus misa metam dan ajaran eskatologis Gereja Katolik tentang kehidupan sesudah kematian. Tujuan penulisan karya ilmiah ini yaitu: mendalami dan menganalisis makna praktik ritus misa metam, mengkaji pandangan Gereja Katolik tentang konsep kehidupan sesudah kematian, dan menyajikan hubungan antara ritus misa metam dan pandangan Gereja Katolik tentang kehidupan sesudah kematian. Dalam penyelesaian karya ilmiah ini, penulis menggunakan jenis studi deskriptif kualitatif dengan metode wawancara. Selain melalui proses wawancara, penulis melakukan pendalaman bahan melalui grup diskusi untuk mencerna secara lebih dalam maksud setiap hal dari hasil wawancara. Untuk memperkuat dan mempertegas kajian ini, penulis juga melakukan studi kepustakaan dengan membaca buku-buku, jurnal, dan artikel kemudian mengadopsi pokok-pokok bahasan sehubungan dengan judul yang diangkat oleh penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa hal dalam misa metam memiliki kesamaan dengan pandangan Eskatologi Gereja Katolik, yaitu: percaya akan eksistensi Wujud Tertinggi sebagai asal dan tujuan hidup manusia, eksistensi kehidupan sesudah kematian, dunia kebahagiaan dan dunia penderitaan, relasi persekutuan antara orang hidup dan orang mati dengan Wujud Tertinggi, simbol-simbol dalam ritus korban, dan ruang tempat berkumpul sebagai simbol perrsekutuan. Selain persamaan, adapula beberapa perbedaan, yaitu: jaminan keselamatan, kebutuhan manusia setelah kematian, kebangkitan badan, dan kejelasan gelar orang kudus.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Misa Metam, Desa Fatusene, Pandangan Gereja Katolik tentang Eskatologi. |
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 390 Adat istiadat, etiket, dan cerita rakyat > 392 Adat istiadat setempat |
| Divisions: | 75201 Ilmu Filsafat |
| Depositing User: | Maria Mercyana Lenung |
| Date Deposited: | 06 May 2026 05:32 |
| Last Modified: | 06 May 2026 05:32 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4024 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
