AGOR, Sebastianus and BAHAL, Alflorus and HIBUR, Basilius Inrawahyu and ARMAN, Klaudius Onsi and TABORA, Lukas Nietzsche Dan Reinterpretasi Etika Kristiani: Pendekatan Teologis Terhadap Tantangan Di Era Disrupsi Digital. Jurnal Inovasi dan Teknologi Pendidikan Berkelanjutan.
|
Text
01-16.01.JF-S6-JITPB-03-26 (005).pdf - Published Version Download (346kB) |
Abstract
Tulisan ini bertujuan untuk mereinterpretasi etika Kristiani dalam menghadapi tantangan era disrupsi digital dengan menggunakan pemikiran Friedrich Nietzsche, khususnya jargon “Tuhan telah mati”, sebagai pisau analisis teologis. Perkembangan teknologi digital yang masif telah membawa perubahan signifikan dalam pola hidup manusia, termasuk dalam kehidupan religius. Fenomena ketergantungan terhadap gawai (nomophobia), individualisme digital, serta menurunnya partisipasi dalam praktik keagamaan menunjukkan adanya pergeseran moralitas dan krisis penghayatan iman di kalangan umat Kristen. Dalam konteks ini, nilai-nilai etika Kristiani kerap mengalami kemandekan dan kehilangan relevansi di tengah arus modernitas. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan mensintesiskan berbagai literatur filosofis dan teologis, terutama pemikiran Nietzsche, serta refleksi tentang etika Kristen. Hasil kajian menunjukkan bahwa ungkapan “Tuhan telah mati” tidak sematamata merupakan seruan ateisme, melainkan kritik terhadap pemahaman religius yang dangkal, legalistik, dan tidak kontekstual. Jargon tersebut dapat dimaknai sebagai ajakan untuk membangun kesadaran kritis, tanggung jawab moral personal, serta pembaruan teologi yang lebih dinamis dan relevan dengan konteks sosial-budaya kontemporer. Dalam perspektif ini, reinterpretasi etika Kristiani perlu diarahkan pada penguatan dimensi kasih, tanggung jawab digital, pengembangan etika digital, serta pembaruan konseptual teologi yang responsif terhadap perubahan zaman. Gereja dipanggil untuk tidak sekadar mempertahankan moralitas tradisional yang kaku, tetapi mengaktualisasikan nilai-nilai Kristiani secara kreatif dan reflektif di tengah masyarakat digital. Dengan demikian, pemikiran Nietzsche justru dapat menjadi instrumen reflektif untuk memperbarui dan memperkaya moralitas Kristiani agar tetap relevan dan bermakna dalam era disrupsi digital.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Nietzsche, Tuhan Telah Mati, Etika Kristiani, Disrupsi Digital, Reinterpretasi Teologis. |
| Subjects: | 200 – Agama > 200 Agama > 205 Etika keagamaan, etika agama 200 – Agama > 240 Moral Kristen dan teologi peribadatan > 241 Etika Kristen |
| Divisions: | 75201 Ilmu Filsafat |
| Depositing User: | Sebastianus Agor |
| Date Deposited: | 14 Apr 2026 06:04 |
| Last Modified: | 14 Apr 2026 06:04 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/3994 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
