Urgensitas Pembaruan Musik Liturgi di paroki St. Kristoforus Waning dalam Terang Konstitusi Sacrosanctum Concilium No. 112-121.

DARMIN, Elfridus (2026) Urgensitas Pembaruan Musik Liturgi di paroki St. Kristoforus Waning dalam Terang Konstitusi Sacrosanctum Concilium No. 112-121. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.

[img] Text
Elfridus Darmin_ABSTRAK.pdf

Download (180kB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena pastoral di Paroki Santo Kristoforus Waning, di mana praktik musik liturgi kerap terperangkap dalam dikotomi antara dimensi estetika performatif dan fungsi sakralnya. Dalam perayaan Ekaristi, musik sering dipersepsikan semata-mata sebagai elemen pendukung atau ornamen eksternal yang bertugas menciptakan suasana meriah, sehingga kehilangan substansi inti sebagai komponen integral dari aksi liturgis. Dengan mengadopsi perspektif Konstitusi Sacrosanctum Concilium (SC) pasal 112–121, skripsi ini bertujuan untuk menganalisis mendalam urgensi reformasi musik liturgi guna mengembalikan esensinya sebagai medium pemuliaan Tuhan dan pengudusan umat beriman. Melalui pendekatan analisis deskriptif-kualitatif terhadap praktik lapangan, penelitian mengungkap sejumlah isu krusial yang menghambat perkembangan tersebut. Pertama, dominasi kelompok koor cenderung menggeser peran umat dari partisipan aktif dalam doa menjadi sekadar penonton pasif (spectators), yang bertentangan langsung dengan prinsip actuosa participatio sebagaimana diamanatkan Konsili Vatikan II. Kedua, kurangnya pemahaman teologis di kalangan pelayan musik menyebabkan pemilihan repertoar lagu yang tidak selaras dengan semangat liturgi atau siklus liturgis yang sedang berlangsung. Ketiga, keterbatasan sarana infrastruktur dan pelatihan teknis seperti pemanfaatan organ yang belum optimal, semakin memperlebar kesenjangan antara visi dokumen gerejawi dan realitas implementasi di tingkat paroki. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa reformasi musik liturgi di Paroki Waning bukan sekadar kebutuhan praktis atau penyempurnaan teknis bermusik, melainkan imperatif teologis-eklesial yang mendesak. Reformasi yang berkelanjutan menuntut kolaborasi antara program pembinaan liturgis berkesinambungan bagi pelayan musik, kebijakan pastoral inklusif dari kepemimpinan paroki, serta proses inkulturasi yang bijaksana agar musik mempertahankan nuansa lokal tanpa mengorbankan universalitas gereja. Secara keseluruhan, skripsi ini menyimpulkan bahwa musik liturgi autentik adalah yang mampu memfasilitasi perjumpaan pribadi dan komunal umat dengan misteri Kristus, sehingga Ekaristi sungguh menjadi sumber serta puncak kehidupan kekristenan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: musik liturgi, Sacrosanctum Concilium, partisipasi aktif, pembaruan pastoral, Paroki Santo Kristoforus Waning
Subjects: 200 – Agama > 240 Moral Kristen dan teologi peribadatan > 246 Seni dalam agama Kristen
Divisions: 75201 Ilmu Filsafat
Depositing User: Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo
Date Deposited: 07 Apr 2026 23:44
Last Modified: 07 Apr 2026 23:44
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/3982

Actions (login required)

View Item View Item