Studi Komparatif Persiapan Perkawinan Gereja Katolik dan Persiapan Perkawinan Adat Boru serta Relevansinya bagi Pastoral Perkawinan

IRI, Fransiskus Gula (2026) Studi Komparatif Persiapan Perkawinan Gereja Katolik dan Persiapan Perkawinan Adat Boru serta Relevansinya bagi Pastoral Perkawinan. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.

[img] Text
FRANSISKUS GULA IRI_ABSTRAK.pdf

Download (118kB)

Abstract

Tulisan ini mengkaji secara komparatif persiapan perkawinan dalam Gereja Katolik dan dalam tradisi adat Boru serta relevansinya bagi pengembangan pastoral perkawinan. Latar belakang penelitian berangkat dari realitas keberagaman budaya di Indonesia yang memengaruhi praktik perkawinan, sekaligus meningkatnya persoalan rumah tangga seperti perceraian, kekerasan, dan konflik keluarga yang menunjukkan lemahnya persiapan perkawinan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi lapangan melalui wawancara serta studi kepustakaan terhadap dokumen Gereja dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Gereja Katolik, perkawinan dipahami sebagai perjanjian sakramental antara pria dan wanita yang bersifat monogam, tak terceraikan, dan terarah pada kesejahteraan pasangan serta kelahiran dan pendidikan anak. Oleh karena itu, Gereja menekankan pentingnya persiapan perkawinan yang berjenjang: persiapan jauh, dekat, dan langsung, yang mencakup aspek iman, psikologis, dan kanonik. Sementara itu, dalam adat Boru, perkawinan dipandang sebagai peristiwa sakral dan komunal yang bertujuan menjaga keberlangsungan keturunan dan keharmonisan relasi sosial. Proses persiapannya dilakukan melalui tahapan adat yang sistematis seperti geter, pertemuan keluarga, pertunangan, dan penyerahan belis, yang menekankan validasi sosial dan kultural sebelum pengesahan religius. Analisis komparatif menunjukkan adanya persamaan dalam hal kesakralan, tujuan membangun keluarga, serta pentingnya persiapan yang matang. Namun, terdapat perbedaan mendasar pada dimensi teologis-sakramental dalam Gereja Katolik yang tidak ditemukan dalam adat Boru, serta perbedaan pada penekanan antara aspek individual-sakral dan komunal-kultural. Relevansi penelitian ini menegaskan perlunya integrasi nilai-nilai positif dari kedua perspektif dalam pastoral perkawinan, khususnya melalui pendekatan inkulturatif yang menghargai budaya lokal tanpa mengabaikan ajaran Gereja. Dengan demikian, pastoral perkawinan tidak hanya berhenti pada persiapan sebelum menikah, tetapi berlanjut dalam pendampingan berkelanjutan demi membangun keluarga yang kokoh, beriman, dan harmonis.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: persiapan perkawinan, Gereja Katolik, Adat Boru, Keluarga, pastoral perkawinan, inkulturasi.
Subjects: 200 – Agama > 200 Agama > 203 Praktik keagamaan lainnya
Divisions: 75201 Ilmu Filsafat
Depositing User: Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo
Date Deposited: 07 Apr 2026 23:43
Last Modified: 07 Apr 2026 23:43
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/3978

Actions (login required)

View Item View Item