Menjadi Sukses di Era Penuh Kompetisi? Mengapa Anak Muda Mesti Belajar dari Sosok St. Yosef Freinademetz?

SANDRI, Anjelinus (2026) Menjadi Sukses di Era Penuh Kompetisi? Mengapa Anak Muda Mesti Belajar dari Sosok St. Yosef Freinademetz? Website Seminari Ledalero.

[img] Text
menjadi-sukses-di-era-penuh-kompetisi-mengapa-anak-muda-mesti-belajar-dari-sosok-st-yosef-freinade

Download (1MB)

Abstract

Sobat Soverdian, hari ini terasa istimewa bukan hanya bagi segenap keluarga Soverdian di seluruh dunia, tetapi juga bagi siapa saja yang pernah mendengar atau membaca kisah hidup St. Yosef Freinademetz. Sosok yang fenomenal bagi dunia dan Gereja, khususnya Gereja Katolik di China, terutama sejak Paus Yohanes Paulus II mengkanonisasikannya sebagai santo pada 23 Oktober 2003. Hari ini menjadi istimewa karena diperingati sebagai hari pestanya. Lalu, bagi kaum muda, nilai apa yang bisa “di-copy” dari sosok misionaris ulung ini? Kita hidup di zaman yang sangat kompetitif. Kesuksesan kerap diukur dari kecepatan, kecerdasan strategi, popularitas digital, jabatan prestisius di usia muda, penghasilan besar melalui kerja tanpa henti, konsumsi barang dan gaya hidup mewah demi status sosial dan keistimewaan, bahkan tubuh yang dianggap ideal dan memesona. Dunia hari ini barangkali tepat jika didefinisikan sebagai dunia kompetisi tanpa jeda; hiruk-pikuk, serba instan, dan melelahkan. Di tengah situasi itu, St. Yosef Freinademetz justru tampil sebagai paradoks yang mengganggu logika modern. Ia bukan lahir dari keluarga berprivilege, bukan figur yang viral, dan bukan pribadi yang mengejar kemenangan instan. Ia adalah seorang misionaris yang memilih jalan sunyi: meninggalkan tanah air, identitas superior Eropa, dan kenyamanan demi panggilan yang tidak menjanjikan apa pun selain kesetiaan. Tulisan ini tidak sekedar mengulas siapa St. Yosef Freinademetz, melainkan mencoba menjawab apa arti sukses dan mengapa anak muda perlu belajar dari nilai-nilai hidup seorang misionaris sejati di tengah dunia yang memuja hasil cepat dan kepuasan saat itu. Freinademetz mengajukan pertanyaan radikal: apakah hidup tentang menang, atau tentang makna?

Item Type: Other
Subjects: 200 – Agama > 200 Agama > 202 Ajaran
200 – Agama > 200 Agama > 204 Pengalaman religius, kehidupan dan praktik
Divisions: 77101 Ilmu Agama/Teologi Katolik
Depositing User: Anjelinus Sandri
Date Deposited: 10 Mar 2026 02:20
Last Modified: 10 Mar 2026 02:20
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/3880

Actions (login required)

View Item View Item