NABEN, Kristianto Ratu Marius and KOLIT, Maria Rosari and USBOKO, Stefania Afiarti Yelita and LARITMAS, Yosef and KWURE, Yohanes Kelo (2026) Mengungkap Makna di Balik Motif Tenun Ikat Lepo Lorun: Analisis Filosofis tentang Identitas Budaya dan Kreativitas. Jurnal Adat dan Budaya, 8 (1). pp. 43-54. ISSN 2615-6156
|
Text
5.+Kristianto+Ratu+Marius+Naben+43-54.pdf Download (506kB) |
Abstract
Tenun ikat merupakan salah satu ekspresi budaya yang sarat makna filosofis. Sanggar Lepo Lorun memainkan peran penting dalam pelestarian sekaligus inovasi tradisi tenun ikat di Desa Nita, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengungkap makna filosofis dari motif-motif tenun ikat yang dikembangkan di Lepo Lorun, memaknai kaitannya dengan identitas masyarakat Nita dan Sikka pada umumnya, serta menggali kreativitas dalam pengembangan motif baru berbasis tradisi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta dianalisis dengan teknik deskriptif, interpretatif, dan pendekatan hermeneutik. Temuan utama menunjukkan bahwa motif merak, rusa, dan dala mawarani mengandung makna simbolik mendalam yang mempresentasikan konsep estetika, spiritual, siklus kehidupan, serta harapan dalam kosmologi lokal masyarakat Nita. Ketiga motif ini memiliki fungsi yang tidak lain sebagai media komunikasi budaya yang menghubungkan generasi masa lalu dengan generasi masa kini, sekaligus menjadi instrumen pelestarian nilai-nilai tradisional dalam konteks modernisasi. Motif-motif ini digunakan secara selektif dalam konteks sosial dan ritual tertentu, dan mencerminkan sistem regulasi sosial yang kompleks. Tenun ikat Lepo Lorun tidak hanya berfungsi sebagai karya seni, melainkan juga sebagai media komunikasi budaya dan identitas kolektif. Inovasi yang dilakukan dalam bentuk adaptasi motif pada produk modern menunjukkan keseimbangan antara pelestarian nilai tradisi dan relevansi kontemporer. Dengan demikian, tenun ikat Lepo Lorun menjadi manifestasi kreatif yang merepresentasikan jati diri budaya masyarakat Nita di tengah perubahan zaman.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | identitas budaya; lepo lorun; makna filosofis; pelestarian budaya; tenun ikat |
| Subjects: | 100 - Filsafat dan Psikologi > 100 Filsafat > 101 Teori filsafat 100 - Filsafat dan Psikologi > 100 Filsafat > 107 Pendidikan, penelitian, topik terkait filsafat 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 300 Ilmu sosial 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 301 Sosiologi dan antropologi 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 306 Kultur, ilmu budaya, kebudayaan dan lembaga-lembaga, institusi 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 307 Komunitas |
| Divisions: | 75101 Filsafat |
| Depositing User: | Kristianto Ratu Marius Naben |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 02:43 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 02:43 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4296 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
