NGGALA, Hendrikus (2025) Peran Gereja dalam Mengupayakan Kesetaraan Gender menurut Surat Apostolik Mulieris Dignitatem. Masters thesis, IFTK LEDALERO.
|
Text
ABSTRAKSI.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I .pdf Download (275kB) |
|
|
Text
BAB II .pdf Restricted to Registered users only Download (314kB) |
|
|
Text
BAB III .pdf Restricted to Registered users only Download (319kB) |
|
|
Text
BAB IV .pdf Restricted to Registered users only Download (317kB) |
|
|
Text
BAB V -DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (243kB) |
Abstract
Penelitian ini memiliki tujuan untuk (1) memahami konsep kesetaraan gender dalam surat apostolik Mulieris Dignitatem dan (2) memahami peran Gereja dalam mengupayakan kesetaraan gender menurut surat apostolik Mulieris Dignitatem Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan yang dikaji dan dituangkan ke dalam tulisan ini. Dalam kajian ini, penulis menggunakan buku buku dan sumber-sumber lainya sebagai referensi yang memuat bahasan terkait kesetaraan gender, surat apostolik Mulieris Dignitatem dan Gereja. Proses pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini ialah membaca berbagai literatur seperti buku-buku, artikel-artikel yang diterbitkan di jurnal serta artikel artikel lainya dalam majalah dan website-website. Berdasarkan hasil investigasi tersebut disimpulkan bahwa di dalam surat apostolik Mulieris Dignitatem terdapat lima poin yang menekankan aspek kesetaraan gender. 1) menghargai martabat dan hak asasi manusia. Laki-laki dan perempuan memiliki martabat yang setara karena keduanya merupakan representasi dari gambar Allah. 2) peran yang berbeda tetapi saling melengkapi. Kesetaraan tidak berarti sama dalam segala hal, tetapi pengakuan terhadap keunikan dan kontribusi masing-masing dalam kehidupan sosial dan spiritual. 3) Penghargaan terhadap kontribusi perempuan. Gereja mengakui bahwa perempuan telah berperan penting dalam keluarga, masyarakat, dan kehidupan rohani. Perempuan juga memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan, politik, ekonomi, dan budaya. 4) menentang segala tindakan diskriminasi gender. Segala bentuk tindakan diskriminasi yang menodai martabat manusia harus ditentang. 5) kesetaraan dalam panggilan kekudusan. Kaum perempuan dan laki-laki juga memiliki kesetaraan dalam panggilan untuk mencapai kekudusan. Kekudusan ini dicapai dengan melayani Tuhan dalam berbagai kapasitas sesuai dengan karunia yang mereka miliki. Melaui surat apostolik Mulieris Dignitatem Gereja dipanggil untuk lebih menghormati dan memperlakukan perempuan setara dengan laki-laki. Gereja juga dipanggil untuk menghormati peran perempuan dalam seluruh aspek kehidupan dan melawan segala bentuk tindakan diskriminasi gender. Panggilan Gereja dalam mewujudkan kesetaraan gender tidak hanya dalam bentuk pengajaran, khotbah khotbah atau seruan-seruan apostolik, tetapi mesti sampai pada tindakan konkrit. Nilai-nilai kesetaraan gender dalam surat apostolik Mulieris Dignitatem dapat menjadi titik pijak bagi Gereja dalam mewujudkan kesetaraan gender.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kesetaraan Gender, Surat Apostolik Mulieris Dignitatem dan Panggilan Gereja. |
| Subjects: | 200 – Agama > 260 Teologi sosial dan gerejawi > 261 Teologi sosial |
| Divisions: | 77101 Ilmu Agama/Teologi Katolik |
| Depositing User: | Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo |
| Date Deposited: | 19 Oct 2026 05:34 |
| Last Modified: | 19 Oct 2026 05:34 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4601 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
