Makna Simbolik dari Ungkapan Tuak Toba Tena Butek dalam Budaya Perkawinan Masyarakat Ile Bura dan Relevansinya bagi Spiritualitas Imam Diosesan

RIBERU, Martinus Philpus (2026) Makna Simbolik dari Ungkapan Tuak Toba Tena Butek dalam Budaya Perkawinan Masyarakat Ile Bura dan Relevansinya bagi Spiritualitas Imam Diosesan. Masters thesis, IFTK LEDALERO.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (115kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (169kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (195kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (146kB)
[img] Text
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (141kB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menggali makna simbolik dari ungkapan tersebut serta merefleksikan relevansinya bagi spiritualitas imam diosesan dalam terang teologi inkulturasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teologis-kultural (inkulturatif). Data diperoleh melalui studi pustaka, wawancara, dan observasi terhadap praktik budaya masyarakat Ile Bura, kemudian dianalisis secara interpretatif dalam terang iman Kristiani. Pendekatan ini memungkinkan penulis untuk memahami ungkapan tuak toba tena butek tidak hanya sebagai fenomena budaya, tetapi juga sebagai locus theologicus, yakni tempat di mana Allah menyatakan diri-Nya dalam pengalaman konkret manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan tuak toba tena butek mengandung makna simbolik tentang batas dalam pelayanan, yang menegaskan pentingnya pengorbanan, kesetiaan, dan tanggung jawab dalam relasi hidup bersama. Ungkapan ini mencerminkan suatu etos hidup yang menekankan totalitas pemberian diri demi kebaikan bersama. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat bagi spiritualitas imam diosesan, yang dipanggil untuk hidup dalam kesatuan dengan Kristus Sang Gembala Baik melalui pelayanan pastoral yang setia, pengorbanan diri, dan keterbukaan terhadap realitas umat yang dilayani. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa budaya lokal bukanlah penghalang bagi iman, melainkan sumber inspirasi yang dapat memperkaya penghayatan iman dan spiritualitas. Dalam kerangka teologi inkulturasi, ungkapan tuak toba tena butek dapat menjadi sarana refleksi teologis yang membantu imam diosesan menghayati panggilannya secara lebih kontekstual, inkarnatif, dan relevan dengan kehidupan umat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan teologi kontekstual serta praksis pastoral Gereja, khususnya dalam membangun dialog yang kreatif antara iman dan budaya.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Budaya, perkawinan adat, tuak toba tena butek, inkulturasi, spiritualitas imam diosesan.
Subjects: 200 – Agama > 250 Orde-orde keagamaan dan Gereja setempat > 250 Orde-orde keagamaan dan Gereja setempat
Divisions: 77101 Ilmu Agama/Teologi Katolik
Depositing User: Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo
Date Deposited: 06 Oct 2026 05:51
Last Modified: 06 Oct 2026 05:51
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4556

Actions (login required)

View Item View Item