Karya Pelayanan Para Suster ALMA terhadap Penyandang Disabilitas di Panti Asuhan St. Aloysius Wairklau-Maumere: Tinjauan Teologi Disabilitas Nancy L. Eiesland dan Relevansinya bagi Karya Pastoral Gereja

BAU, Sirilus Stefanus (2026) Karya Pelayanan Para Suster ALMA terhadap Penyandang Disabilitas di Panti Asuhan St. Aloysius Wairklau-Maumere: Tinjauan Teologi Disabilitas Nancy L. Eiesland dan Relevansinya bagi Karya Pastoral Gereja. Masters thesis, IFTK LEDALERO.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (788kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (318kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (465kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (513kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (429kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (279kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (297kB)
[img] Text
LAMPIRAN .pdf

Download (342kB)

Abstract

Ada enam tujuan utama dalam penelitian ini, yakni: pertama, untuk menjelaskan pengertian disabilitas secara konseptual sebagai landasan teoretis dalam memahami martabat dan hak-hak penyandang disabilitas. Kedua, menguraikan konsep teologi disabilitas menurut Nancy L. Eiesland sebagai kerangka refleksi teologis dalam memaknai keberadaan penyandang disabilitas. Ketiga, memahami realitas kehidupan penyandang disabilitas serta bentuk pelayanan para suster ALMA di Panti Asuhan St. Aloysius Wairklau-Maumere. Keempat, untuk menganalisis karya pelayanan para suster ALMA terhadap penyandang disabilitas dalam perspektif teologi disabilitas Nancy L. Eiesland. Kelima, untuk menjelaskan relevansi teologi disabilitas Nancy L. Eiesland terhadap karya pelayanan para suster ALMA di Panti Asuhan St. Aloysius Wairklau-Maumere sebagai kontribusi bagi pengembangan karya pastoral Gereja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, wawancara, dan observasi partisipatoris. Studi literatur dilakukan dengan mengkaji sejumlah literatur yang berhubungan dengan tema penelitian, sedangkan wawancara dan observasi dilakukan untuk memperoleh data secara langsung dari lokasi penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, karya pelayanan para suster ALMA terhadap penyandang disabilitas di Panti Asuhan St. Aloysius Wairklau-Maumere, jika ditinjau dari perspektif teologi disabilitas Nancy L. Eiesland, memiliki enam pokok utama. Pertama, memandang wajah Allah dalam diri penyandang disabilitas. Para suster ALMA meyakini bahwa setiap bentuk pelayanan merupakan perjumpaan dengan Kristus yang hadir dalam diri sesama, khususnya mereka yang menderita, tersisih, dan hidup dengan disabilitas. Kedua, mengangkat martabat penyandang disabilitas menjadi inti pelayanan, yang diwujudkan melalui pendampingan personal yang berkelanjutan, manusiawi dan penuh kasih. Ketiga, mewujudkan inklusivitas dengan menempatkan penyandang disabilitas sebagai bagian integral dalam kehidupan komunitas panti. Panti menjadi ruang hidup bersama yang memberikan kesempatan bagi setiap individu tanpa diskriminasi. Keempat, mewujudkan aksesibilitas sebagai bagian dari komitmen pelayanan, sehingga penyandang disabilitas memiliki kesempatan untuk berpartisipasi secara penuh dalam berbagai aspek kehidupan. Kelima, menegaskan bahwa penyandang disabilitas bukanlah objek belas kasihan, melainkan subjek yang memiliki martabat, hak, dan peran yang setara dalam kehidupan bersama. Keenam, sebagai wujud nyata solidaritas yang tampak melalui penerimaan, pendampingan, dan pemberdayaan yang mencakup aspek fisik, psikologis, sosial dan spiritual. Hasil penelitian ini memiliki relevansi untuk diimplementasikan dalam kehidupan menggereja. Pertama, model pelayanan pastoral berbasis pemberdayaan. Model ini menekankan penguatan kapasitas individu penyandang disabilitas melalui pengembangan keterampilan yang mendukung kemandirian ekonomi dan sosial. Pemberdayaan tidak hanya dimaknai sebagai proses peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga sebagai upaya membangun kesadaran kritis dan keberanian dalam memperjuangkan hak-hak secara bermartabat. Kedua, model pelayanan berbasis inklusivitas. Model ini menekankan pentingnya transformasi struktural dan budaya dalam Gereja agar mampu menjamin partisipasi penuh penyandang disabilitas dalam seluruh aspek kehidupan gerejawi. Ketiga, penguatan aspek penyadaran umat. Model ini diarahkan pada proses edukatif yang sistematis untuk membentuk pemahaman teologis dan sosial yang komprehensif mengenai disabilitas guna menumbuhkan sikap yang lebih terbuka dan inklusif dalam menerima kehadiran penyandang disabilitas.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Penyandang disabilitas, karya pelayanan, teologi disabilitas, inklusivitas, martabat manusia.
Subjects: 200 – Agama > 210 Filsafat dan teori agama > 210 Filsafat dan teori agama
300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 305 Kelompok-kelompok sosial
Divisions: 77101 Ilmu Agama/Teologi Katolik
Depositing User: Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo
Date Deposited: 06 Oct 2026 02:37
Last Modified: 06 Oct 2026 02:37
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4549

Actions (login required)

View Item View Item