AMBUN, Onessimus Febryan (2026) Teologi Siber dalam Perspektif Inkarnasi: Membangun Model Kehadiran Gereja di Ruang Digital. Masters thesis, IFTK LEDALERO.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (522kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (336kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (461kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (399kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (494kB) |
|
|
Text
BAB V - DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (364kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana ruang digital mengubah kehidupan manusia dan membentuk kebutuhan akan refleksi teologi siber bagi kehadiran Gereja, (2) mengkonstruksikan teologi inkarnasi sebagai perspektif fundamental bagi pengembangan teologi siber dan kehadiran Gereja di era digital, (3) memformulasikan model kehadiran Gereja di ruang digital yang dibangun dalam perspektif teologi siber inkarnatoris, dan mengartikulasikan strategi implementasi dan evaluasi kritis terhadap model tersebut dalam konteks pastoral Gereja kontemporer. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi pustaka (library research), penelitian ini menemukan beberapa hal penting. Pertama, ruang digital bukan sekadar medium komunikasi teknis melainkan habitat eksistensial baru yang mengubah realitas hidup manusia serta membawa dinamika peluang dan tantangan bagi karya dan misi Gereja di masa kini. Namun, kehadiran Gereja di ruang digital sejauh ini cenderung bersifat instrumental, di mana teknologi hanya dipandang sebagai alat transmisi informasi alih-alih ruang perjumpaan yang hidup. Kedua, sebagai respons atas model kehadiran yang instrumental tersebut, teologi siber dikonstruksikan dalam perspektif teologi inkarnasi sebagai fondasi normatifnya. Integrasi antara teologi siber (yang menyediakan pemahaman kontekstual tentang dunia digital) dan teologi inkarnasi (yang menyediakan paradigma normatif kehadiran) melahirkan paradigma “teologi siber inkarnatoris” yang menegaskan bahwa sebagaimana Sabda “menjadi daging dan diam di antara kita” (Yoh 1:14), Gereja dipanggil untuk hadir secara inkarnatoris di ruang digital. Ketiga, dari paradigma teologi siber inkarnatoris ini, penelitian merumuskan Model DWELL sebagai kerangka kerja pastoral konkret untuk kehadiran Gereja di ruang digital, yang terdiri dari lima dimensi yang saling terkait dalam gerakan spiral: Dwelling (penghunian eksistensial), Witnessing (kesaksian berintegritas), Engaging (keterlibatan dialogis), Listening (mendengarkan dengan empati), dan Liberating (pembebasan dan pemberdayaan). Model ini diintegrasikan dalam pancatugas Gereja (koinonia, leiturgia, martyria, diakonia, dan kerygma) untuk mewujudkan kehadiran inkarnatoris yang holistik. Selain konstruksi teologis, penelitian ini menguraikan strategi implementasi Model tersebut serta mengidentifikasi tantangan kritis yang akan dihadapi. Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi orisinal berupa paradigma “teologi siber inkarnatoris” sebagai sintesis baru yang mengintegrasikan teologi siber dan teologi inkarnasi, dan secara praktis memberikan panduan sistematis bagi agen pastoral untuk menghadirkan wajah Kristus di tengah dunia digital yang terus berkembang.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Teologi Siber, Teologi Inkarnasi, Teologi Siber Inkarnatoris, Ruang Digital, Model DWELL, Kehadiran Inkarnatoris, Pastoral Digital, Gereja Katolik. |
| Subjects: | 200 – Agama > 210 Filsafat dan teori agama > 210 Filsafat dan teori agama |
| Divisions: | 77101 Ilmu Agama/Teologi Katolik |
| Depositing User: | Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 01:35 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 01:35 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4547 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
