DAGUR, Simforianus Charvalo (2026) Hermeneutika Teologi Feminis-Poskolonial atas Representasi Tubuh Perempuan dalam Perspektif Kwok Pui-lan dan Implikasi Pastoralnya. Masters thesis, IFTK LEDALERO.
|
Text
ABSTRAKSI.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (364kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (395kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (466kB) |
|
|
Text
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (309kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (150kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengelaborasi hermeneutika teologi feminis poskolonial Kwok Pui-lan dalam memahami tubuh perempuan sebagai lokus teologis secara khusus dalam konteks digital Indonesia, (2) menganalisis dan menafsirkan secara teologis representasi tubuh digital perempuan Indonesia dalam konten video sensual di platform digital melalui perspektif Kwok Pui-lan khususnya dalam relasi kuasa, (3) menggali pengalaman perempuan pengguna platform digital dalam mengelola, menegosiasikan, dan mengkurasi tubuh digitalnya sebagai bentuk praktik iman, dan (4) merumuskan implikasi teologis dan praksis pastoral dari hermeneutika teologi atas tubuh digital perempuan bagi penguatan pemahaman tentang martabat tubuh, spiritualitas, dan pastoral digital di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Objek penelitian ialah representasi tubuh dalam konten sensual dari sepuluh akun kreator (perempuan) di TikTok. Penelitian dilakukan selama satu tahun (April 2025-Maret 2026). Pengumpulan data dilakukan melalui: tahap penelusuran dan seleksi akun, yang dipilih berdasarkan purposive sampling dengan kriteria inklusi; tahap penyaringan lanjutan; tahap observasi intensif dan pencatatan data (26 Februari-04 Maret 2026) meliputi video rekaman, siaran langsung dan story; dan tahap pengelompokan data berdasarkan fokus penelitian. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan Analisis Wacana Kritis Multimodal (MCDA). Hasil analisis kemudian didalami melalui hermeneutika teologi feminis-poskolonial Kwok Pui-lan. Berdasarkan hasil penelitian, penulis merumuskan empat kesimpulan utama. Pertama, tubuh digital perempuan Indonesia dalam konten sensual TikTok tidak dapat direduksi sebatas sebagai bahan komoditas dan objek penilaian moral. Tubuh digital merupakan lokus teologis yang memiliki martabat, spiritualitas, pengalaman, kebebasan, dan kemampuan untuk mengelola strategi bertahan di tengah interseksionalitas kuasa dalam budaya digital. Kedua, praktik kurasi diri para kreator merepresentasikan ambivalensi agensi. Para kreator tidak sepenuhnya menjadi korban maupun agen yang otonom. Mereka adalah subjek yang bernegosiasi dengan kompleksitas konteks dan tekanan kuasa, seperti algoritma, kapitalisme platform, audiens, regulasi negara, norma sosio-religius, dan lainnya. mereka bernegosiasi dengan membangun strategi seperti mimikri, pembentukan persona digital, transaksional, kultural, interaktif, dan lainnya. Ketiga, selain mempertegas kritik atas kuasa dan ambivalensi agensi perempuan, hasil dialog antara perspektif Kwok Pui-lan dan data memperlihatkan bahwa terdapat praktik iman dan spiritualitas dalam representasi diri para kreator. Mereka berjuang bertahan hidup, menegosiasikan hak dan agensinya, sambil berupaya memulihkan martabat. Wajah Allah tampak pada keseluruhan pengalaman dan pergulatan hidup mereka. Keempat, penelitian ini merumuskan implikasi teologis dan praksis pastoral digital yang membebaskan, meliputi: kehadiran Gereja dalam dunia digital untuk mendengarkan, memulai dialog, dan memberi arah pendampingan; pengembangan literasi digital kritis yang berakar pada martabat manusia sebagai citra Allah; serta praksis profetis melalui katekese, pembinaan iman, homili, dan pendampingan konkret bagi kreator konten. Dengan demikian, di tengah budaya yang kompleks, Gereja dipanggil untuk berjalan bersama umat, berdialog dan belajar secara sinodal, terus mengevaluasi diri, dan merumuskan terobosan kontekstual yang menempatkan martabat manusia sebagai yang paling utama.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ambivalensi Agensi, Teologi Feminis-Poskolonial, Tubuh digital perempuan, Pastoral digital |
| Subjects: | 100 - Filsafat dan Psikologi > 100 Filsafat > 101 Teori filsafat |
| Divisions: | 77101 Ilmu Agama/Teologi Katolik |
| Depositing User: | Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo |
| Date Deposited: | 02 Oct 2026 02:10 |
| Last Modified: | 02 Oct 2026 02:10 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4527 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
