Fenomena Bunuh Diri di NTT dan Posisi Gereja: Tinjauan Teologis Berdasarkan Katekismus No 2280-2283

LADO, Sabinus Bake (2026) Fenomena Bunuh Diri di NTT dan Posisi Gereja: Tinjauan Teologis Berdasarkan Katekismus No 2280-2283. Masters thesis, IFTK LEDALERO.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (769kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (311kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (400kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (390kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (371kB)
[img] Text
BAB V -DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (333kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (430kB)

Abstract

Penulisan tesis ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan realitas bunuh diri di NTT berdasarkan sampel penelitian di Kabupaten Sikka dan Ngada, (2) menjelaskan peran Gereja Katolik dalam mengatasi bunuh diri di NTT berdasarkan Katekismus Gereja Katolik no 2280-2283, (3) memaparkan upaya-upaya pastoral dalam mengatasi bunuh diri. Metode yang digunakan dalam penulisan tesis ini adalah metode kepustakaan dengan pendekatan studi kasus. Dalam tulisan ini, penulis mendalami dokumen Katekismus Gereja Katolik No. 2280-2283 sebagai sudut pandang teologis dalam melihat kasus bunuh diri di NTT. Bertolak dari Katekismus No. 2280-2283 ini, bagaimana Gereja memposisikan dirinya dalam melihat fenomena bunuh diri yang sedang marak terjadi di NTT. Metode analisis data dengan pendekatan studi kasus dipakai untuk menganalisis data kasus bunuh diri dari dua kabupaten yakni Kabupaten Ngada dan Sikka. Berdasarkan hasil analisis penulis, data menunjukan bahwa bunuh diri di NTT menjadi masalah sosial yang sangat serius. Sampel penelitian menunjukan bahwa bunuh diri di NTT masih mengalami fluktuasi atau tidak stabil. Namun di setiap tahunnya kasus bunuh diri masih saja terjadi dengan jumlah yang kecil. Ada berbagai faktor penyebab bunuh diri yang seringkali menjadi pemicu dan salah satunya adalah faktor psikologi seperti depresi. Selain itu, data juga menunjukkan bahwa mayoritas korban bunuh diri adalah kaum laki-laki dewasa dan cara bunuh diri yang umum digunakan adalah gantung diri. Bertolak dari data kasus ini, Gereja lokal NTT tetap pada posisinya yakni menolak tindakan bunuh diri. Penolakan Gereja ini bertolak dari ajaran Kitab Suci tentang penghargaan terhadap martabat manusia. Lebih daripada itu, dokumen Katekismus No. 2280-2283 lebih jelas menolak tindakan bunuh diri. Dalam katekismus No. 2280-2283 dikatakan bahwa bunuh diri merupakan dosa melawan kodrat manusia itu sendiri, dosa menolak cinta kepada sesama dan dosa menolak cinta dari Allah. Atas dasar ini, gereja dengan tegas menolak tindakan bunuh karena dilihat sebagai dosa. Di tengah situasi ini, Gereja lokal NTT dipanggil untuk melayani semua orang dengan persoalan hidup yang rumit. Dalam seluruh karya pastoralnya, Gereja dituntut untuk terlibat dalam misi pembebasan. Menyuarakan cinta kasih dan suka cita kepada semua orang dalam khotbah, katekese dan juga pendampingan konseling.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Bunuh diri di NTT, Gereja Katolik dan Katekismus No. 2280-2283.
Subjects: 200 – Agama > 240 Moral Kristen dan teologi peribadatan > 240 Moral Kristen dan teologi peribadatan
300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 304 Faktor yang mempengaruhi perilaku sosial
Divisions: 77101 Ilmu Agama/Teologi Katolik
Depositing User: Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo
Date Deposited: 02 Oct 2026 02:11
Last Modified: 02 Oct 2026 02:11
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4525

Actions (login required)

View Item View Item