DA, Rikardus Diku (2026) Tinjauan Teologi Feminis Rekonstruksionis Atas Representasi Perempuan Dalam Ritual-Ritual Adat di Desa Tinabani Kecamatan Ende dan Implikasinya Bagi Karya Pastoral Gereja. Masters thesis, IFTK LEDALERO.
|
Text
ABSTRAK .pdf Download (15MB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (338kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (298kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (442kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (456kB) |
|
|
Text
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (335kB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji representasi perempuan dalam ritual-ritual adat di Desa Tinabani, menelaahnya dalam perspektif teologi feminis rekonstruksionis, dan merumuskan implikasinya bagi karya pastoral Gereja. Tesis ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan dan menjelaskan tentang masyarakat Tinabani (2) Mendeskripsikan dan menguraikan tentang representasi perempuan dalam ritual-ritual adat di Desa Tinabani dari tinjauan teologi feminis rekonstruksionis (3) Merumuskan implikasi perjuangan Gereja bagi Karya pastoral terhadap kaum perempuan. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data diperoleh dari wawancara yang mendalam dengan kaum perempuan, tokoh adat (mosalakÖ di Desa Tinabani, dan tokoh agama. Data yang lain juga diperoleh peneliti dari studi kepustakaan berbagai jenis literatur yang membahas mengenai perspektif teologi feminis rekonstruksionis, seperti jurnal, buku-buku, dan sumber sekunder lainnya yang memuat tema-tema yang berkaitan dengan tema penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa realitas yang dialami Oleh kaum perempuan di Desa Tinabani menunjukkan adanya ketimpangan gender antara penghargaan simbolik dan keterlibatan struktural terhadap kaum perempuan. Budaya patriarkat yang masih mengakar kuat turut melanggengkan suborninasi dan pembatasan partisipasi penuh kaum perempuan dalam menjalankan ritual-ritual adat. Dalam beberapa ritual tertentu, perempuan lebih sering ditempatkan pada peran-peran pendukung yang bersifat domestik, sementara posisi sentral atau otoritas biasanya dipegang Oleh laki-laki. Realitas ini jelas menunjukkan adanya ketimpangan dalam representasi perempuan dalam budaya di Tinabani. Dengan pendekatan teologi feminis rekonstruksionis, tradisi adat dalam ritual-ritual yang dijalankan di Desa Tinabani tidak perlu ditolak, tetapi perlu adanya pembacaan yang kritis serempak perlu direkonstruksi agar lebih inklusif dan adil terhadap gender, tanpa kehilangan nilai-nilai luhur yang sudah terkandung di dalam adat budaya itu sendiri. Agen pastoral bisa mendorong partisipasi aktifkaum perempuan dalam kehidupan menggereja dan sosial-budaya serta mengembangkan pendidikan iman umat yang kritis terhadap budaya patriarkat yang sering menjadikan kaum perempuan sebagai objekjuga mewujudkan praksis pastoral yang membebaskan dan memulihkan martabat kaum Perempuan sebagai citra Allah yang setarah.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perempuan, Ritual-ritual adat, Tinabani, Teologi Feminis Rekonstruksionis, Gereja |
| Subjects: | 200 – Agama > 210 Filsafat dan teori agama > 210 Filsafat dan teori agama |
| Divisions: | 77101 Ilmu Agama/Teologi Katolik |
| Depositing User: | Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo |
| Date Deposited: | 02 Oct 2026 02:10 |
| Last Modified: | 02 Oct 2026 02:10 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4521 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
