ARIK, Dignus (2026) Peran Divisi Perempuan Tim Relawan Untuk Kemanusiaan (TRUK) Dalam Penanganan Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Ditinjau dari Surat Apostolik Mulieris Dignitatem Paus Yohanes Paulus II dan Relevansinya Bagi Karya Pastoral Keuskupan Maumere. Masters thesis, IFTK LEDALERO.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (845kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (270kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (350kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (254kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (192kB) |
|
|
Text
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (221kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (319kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan hakikat kekerasan seksual. (2) Menjelaskan kiprah dan model-model layanan Divisi Perempuan TRUK dalam penanganan kasus kekerasan seksual. (3) Menjelaskan pandangan Surat Apostolik Mulieris Dignitatem tentang martabat perempuan. (4) menjelaskan peran Divisi Perempuan TRUK dalam memanifestasikan model-model Gereja. (5) Menjelaskan relevansi peran Divisi Perempuan TRUK terhadap Gereja Keuskupan Maumere. Metode yang dipakai penulis dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan wawancara. Metode penelitian lapangan dilakukan melalui wawancara dengan informan kunci terkait peran Divisi Perempuan TRUK dalam menangani kasus-kasus kekerasan seksual terhadap perempuan di wilayah Gereja lokal Keuskupan Maumere dan juga melalui wawancara dengan pihak Gereja lokal Keuskupan Maumere terkait dengan hubungan antara Divisi Perempuan TRUK dan Gereja lokal Keuskupan Maumere. Dalam studi kepustakaan, penulis menggunakan berbagai literatur yang berkaitan dengan tema tulisan ini. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyimpulkan beberapa hal pokok berikut: Pertama, kekerasan seksual merupakan tindakan yang melanggar hak asasi manusia, terutama merupakan tindakan pelecehan terhadap martabat perempuan. Kedua, masalah kekerasan seksual terhadap perempuan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, baik secara fisik maupun nonfisik (online). Ketiga, Divisi Perempuan TRUK hadir sebagai model Gereja yang terlibat dan berjalan bersama para korban demi memperjuangkan keadilan. Hal ini merupakan bentuk perjuangan Gereja untuk mengangkat kembali martabat perempuan. Keempat, Paus Yohanes Paulus II dalam surat apostolik Mulieris Dignitatem telah menegaskan bahwa perempuan bukan objek seksual melainkan merupakan pribadi yang diciptakan Allah. Dengan demikian, martabat laki-laki dan perempuan sama dan sederajat. Kelima, Gereja Keuskupan Maumere belum sepenuhnya terlibat dalam aksi kemanusiaan sebagaimana yang dilakukan Divisi Perempuan TRUK. Dengan demikian, penulis menegaskan bahwa aksi kemanusiaan perlu menjadi perhatian Gereja lokal Keuskupan Maumere yang dapat dilakukan melalui kerja sama antara komisi di Keuskupan dan juga melalui katekese dan pastoral konseling. Hal ini merupakan langkah pembebasan bagi kaum perempuan yang mengalami kekerasan seksual.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kekerasan seksual terhadap perempuan, Surat Apostolik Mulieris Dignitatem, karya pastoral Keuskupan Maumere. |
| Subjects: | 200 – Agama > 260 Teologi sosial dan gerejawi > 261 Teologi sosial 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 305 Kelompok-kelompok sosial |
| Divisions: | 77101 Ilmu Agama/Teologi Katolik |
| Depositing User: | Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo |
| Date Deposited: | 29 Sep 2026 05:59 |
| Last Modified: | 29 Sep 2026 05:59 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4495 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
