Mekanisme Stigmatisasi dan Pengaruhnya Terhadap Konsep Diri Calon Imam di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret dalam Perspektif Carl R. Rogers

GOA, Amonius Yanuardi (2026) Mekanisme Stigmatisasi dan Pengaruhnya Terhadap Konsep Diri Calon Imam di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret dalam Perspektif Carl R. Rogers. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (745kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (246kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (349kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (184kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (456kB)
[img] Text
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (230kB)

Abstract

Penelitian ini bertolak dari pentingnya konsep diri dalam kehidupan dan pelayanan imam, khususnya dalam proses pembinaan calon imam. Dalam konteks kehidupan komunitas, calon imam tidak terlepas dari berbagai dinamika relasi sosial, termasuk pengalaman stigmatisasi yang dapat memengaruhi pembentukan konsep diri mereka. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana pengalaman stigma dalam kehidupan komunitas berpengaruh terhadap konsep diri calon imam, serta bagaimana mereka memaknai pengalaman tersebut dalam proses pembinaan diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap calon imam dalam lingkungan seminari. Analisis data dilakukan secara tematik dengan menelusuri pengalaman subjek terkait stigma, relasi komunitas, serta dinamika pembentukan konsep diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma dalam kehidupan komunitas dapat muncul dalam bentuk label negatif, penilaian sepihak, maupun perlakuan yang kurang mendukung. Pengalaman tersebut berdampak pada munculnya perasaan tidak diterima, rendah diri, dan keraguan terhadap diri sendiri. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan bahwa komunitas tidak selalu menjadi sumber tekanan, melainkan juga dapat menjadi ruang yang mendukung pertumbuhan pribadi melalui relasi yang sehat, saling mendukung, dan penuh empati. Dalam situasi demikian, calon imam mampu membangun konsep diri yang lebih positif dan matang. Penelitian ini menegaskan bahwa pembinaan calon imam tidak hanya mencakup aspek spiritual dan intelektual, tetapi juga aspek manusiawi, khususnya dalam hal penerimaan diri dan relasi sosial. Oleh karena itu, diperlukan lingkungan komunitas yang kondusif, yang ditandai dengan sikap saling menerima, menghargai, dan mendukung, agar proses pembentukan konsep diri calon imam dapat berkembang secara utuh dan seimbang.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Konsep diri, stigma, calon imam, komunitas, pembinaan.
Subjects: 200 – Agama > 250 Orde-orde keagamaan dan Gereja setempat > 250 Orde-orde keagamaan dan Gereja setempat
Divisions: 75101 Filsafat
Depositing User: Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo
Date Deposited: 16 Sep 2026 00:04
Last Modified: 16 Sep 2026 00:04
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4445

Actions (login required)

View Item View Item